Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

125

Risih dengan kotoran sekecil apapun yang menempel di meja makan, kursi, lantai sehingga ingin selalu membersihkannya? Jangan dianggap enteng! Sebab kebiasaan itu bisa jadi ada kaitannya dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif atau obsessivecompulsive disorder (OCD).

Gangguan obsesif kompulsif atau yang lebih dikenal dengan singkatan OCD adalah kelainan psikologis yang menyebabkan seseorang memiliki pikiran obsesif dan perilaku yang bersifat kompulsif. Mengapa akhirnya disebut gangguan? Karena pada taraf tertentu kondisi obsesif kompulsif yang dialami akhirnya dapat menyebabkan pasien mengalami gangguan dalam kegiatannya sehari-hari baik dalam bekerja, bersekolah, ataupun bersosialisasi.

Penyakit OCD seringkali muncul saat usia di bawah 20 tahun, terutama pada mereka yang pernah mengalami kejadian yang menyebabkan stres dalam hidupnya. Gejala tersebut seringkali dapat diatasi namun tidak dapat dihilangkan.

Ada banyak tipe perilaku obsesif kompulsif, di antaranya:

  1. Munculnya pikiran yang tidak diinginkan seperti merasa bertanggung jawab terhadap hal-hal buruk yang sudah atau mungkin terjadi
  2. Kekhawatiran yang berlebihan terhadap kebersihan tubuh, kotoran, dan bakteri
  3. Rasa takut terhadap asap atau bahaya polutan secara berlebihan, karena berpikir akan langsung jatuh sakit bila terkena.
  4. Perilaku kompulsif, seperti:
  • Terbangun beberapa kali di tengah malam untuk memastikan apakah peralatan elektronik atau kompor sudah dimatikan, lampu sudah dikunci, atau jendela sudah ditutup
  • Mengurutkan pakaian, sepatu, atau cucian berdasarkan urutan tertentu untuk mengurangi kecemasan
  • Mencuci tangan berkali-kali karena takut terinfeksi bakteri (meskipun gejala ini tidak selalu terjadi)

Dokter biasanya mengdiagnosis penyakit OCD berdasarkan gejala yang Anda jelaskan. Mereka akan melakukan pemeriksaan klinis untuk mengurangi penyebab gejala tersebut. Dokter juga mungkin akan melakukan evaluasi psikologis melalui metode penilaian psikologis, seperti menilai status mental pasien melalui penampilan, sikap, pemikiran, mood, ketakutan, halusinasi, kecanduan penyalahgunaan obat, dan kemungkinan melakukan kekerasan atau bahkan bunuh diri.

Tingkat pengobatan OCD bergantung kepada sejauh apa dampak OCD yang Anda alami dalam kehidupan Anda. Ada beberapa langkah dalam penanganan OCD, yaitu:

  • Terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi ini dapat membantu Anda untuk mengurangi kecemasan dengan mengubah cara pikir dan perilaku Anda. Dokter ahli kesehatan jiwa biasanya akan mengajak Anda untuk melakukan diskusi singkat pada setiap sesi pertemuan terapi. Diskusi ini akan membantu Anda mengevaluasi diri sendiri, apakah sikap dan perilaku yang Anda lakukan selama ini masih dalam taraf normal ataukah sudah berlebih. Terapi ini juga digunakan untuk mengevaluasi hasil pengobatan yang telah dijalani selama ini, sehingga Anda dapat mengetahui progres perbaikan yang Anda alami dan menjadi lebih termotivasi untuk terus membenahi diri.
  • Penggunaan obat-obatan. Dokter ahli kesehatan jiwa juga dapat meresepkan beberapa jenis obat untuk mengendalikan gejala yang Anda alami. Hal ini dilakukan agar pikiran dan perilaku yang obsesif kompulsif tidak terlalu mengganggu rutinitas Anda.

Tidak perlu takut untuk mencari pertolongan atau pengobatan bila Anda merasakan gejala yang Anda curigai sebagai OCD, karena gangguan jiwa dapat disembuhkan atau dikendalikan, seperti penyakit-penyakit lainnya. (RH/STE)

Daftar Pustaka

Mayo Clinic. 2016. Disease and conditions. Obsessive-Compulsive Disorder.

Greenberg W.M, MD. 2018. Obsessive-Compulsive Disorder. Emedicine.medcape


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store