Gangguan Kepribadian Paranoid

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

17

Gangguan kepribadian paranoid (GKP) adalah jenis gangguan kepribadian eksentrik di mana penderitanya memiliki rasa curiga dan tidak percaya yang tak ada hentinya terhadap orang lain. Tanda lain dari kondisi ini termasuk keengganan untuk bercerita pada orang lain, memendam dendam, dan menganggap semua peristiwa sebagai sesuatu yang “merendahkan” atau “mengancam” dirinya.

Seseorang dengan gangguan kepribadian seringnya lekas marah dan tidak bersahabat terhadap orang lain. Selain itu, mereka seperti sukar menikmati momen apa pun, tidak bergeming saat dikritik atau dipuji, dan tidak tertarik menjalin hubungan pertemanan dengan siapa pun, bahkan dengan lawan jenis. Mereka cenderung penyendiri dan menghindari interaksi sosial.

Penyebab utama munculnya gangguan kepribadian paranoid tidak diketahui secara pasti, namun diperkirakan faktor genetika mempunyai peran terhadap kemunculannya gangguan tersebut. Misalnya bila ada anggota keluarga dengan gangguan skizofrenia, maka seseorang berisiko memiliki gangguan kepribadian paranoid lebih tinggi daripada yang tidak.

Gangguan kepribadian paranoid dapat juga muncul dari pengalaman masa kanak-kanak yang tumbuh dari keluarga yang mendidik anak-anaknya dengan ancaman. Perilaku orangtua dengan kesehariannya yang kasar, berantakan, merendahkan diri anak-anaknya, juga mempengaruhi pembentukan karakteristik gangguan ini pada anak dikemudian hari.

Orang yang menderita penyakit ini akan nampak curiga tanpa dasar atau bukti yang kuat terhadap orang lain. Penderita percaya bahwa orang itu akan mengeksploitasi, bersikap jahat atau menipu dirinya, sehingga ia sulit mempercayai orang lain dan tidak dapat bersikap loyal terhadap orang atau kerjasama tim. Penderita gangguan kepribadian paranoid juga enggan berbagi informasi kepada orang lain disebabkan rasa takut yang tidak beralasan bahwa sewaktu-waktu orang lain akan bersikap jahat kepadanya, mengartikan kata-kata atau teguran yang ramah sebagai ancaman atau merendahkan dirinya, kecenderungan untuk tetap menyimpan dendam, meskipun pada masalah-masalah kecil, dan juga sulit untuk memaafkan orang lain yang pernah menganggu, melukai, menyakiti atau mengabaikan dirinya.

Salah satu cara untuk mengobati kondisi ini yaitu dengan cara psikoterapi. Namun pengobatannya tidak mudah, seorang petugas psikoterapi sering mengalami kendala dimana penderita tidak menyadari adanya gangguan dalam dirinya dan merasa tidak memerlukan bantuan dari terapis. Selain itu, yang sering dihadapi terapis adalah bahwa seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid sulit menerima terapis itu sendiri karena kecurigaan dan rasa tidak percaya, sehingga terapi sulit dilakukan.

Jenis terapi yang sering digunakan yaitu cognitive behavioral therapy (CBT), secara umum CBT membantu individu mengenal sikap dan perilaku yang tidak sehat, kepercayaan, dan pikiran negatif dan mengembalikannya secara positif. Terapi kelompok dalam CBT, individu akan dilatih agar mampu menyesuaikan dirinya dengan orang lain, saling menghargai dan mengenal cara berpikir orang lain secara positif dan mengontrol amarahnya sehingga individu dapat menciptakan hubungan interpersonal yang baik. (RA/STE)

Daftar Pustaka

https://hellosehat.com/penyakit/gangguan-kepribadian-paranoid/

https://doktersehat.com/paranoid-personality-disorder-gangguan-kepribadian-paranoid/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store