Garam beryodium, kapan sebaiknya ditambahkan ke makanan?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

53

Yodium adalah mineral yang diperlukan tubuh berfungsi untuk mengontrol fungsi tiroid dan juga untuk memproduksi hormon. Hormon yang dihasilkan tiroid berfungsi mengendalikan metabolisme tubuh dan banyak fungsi penting lainnya. Tubuh juga membutuhkan hormon tiroid untuk pertumbuhan tulang dan otak.

 

Orang yang tidak mendapatkan cukup yodium tidak dapat memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Pada wanita hamil, defisiensi yodium yang berat dapat menganggu janin dengan menyebabkan pertumbuhan terhambat, keterbelakangan mental, dan perkembangan seksual yang tertunda. Pada bayi dan anak-anak kekurangan yodium dapat menyebabkan IQ yang lebih rendah dari rata-rata, dan mengurangi kemampuan orang dewasa untuk bekerja dan berpikir jernih. Goiter/gondok (kelenjar tiroid yang membesar) sering menjadi tanda pertama kekurangan yodium.

 

Jumlah yodium yang dibutuhkan setiap hari tergantung pada umur. Jumlah rata-rata kebutuhan yodium harian yang direkomendasikan dapat dilihat pada tabel berikut:

UmurKebutuhan yodium yang direkomendasikan
0-6 bulan110 mcg
7-12 bulan130 mcg
1-8 tahun90 mcg
9-13 tahun120 mcg
14-18 tahun150 mcg
Dewasa150 mcg
Wanita hamil220 mcg
Wanita menyusui290 mcg

 

Yodium ditemukan secara alami dalam beberapa makanan seperti: makanan laut (kan cod, tuna, rumput laut, udang); produk susu (susu, yogurt, dan keju); produk yang terbuat dari biji-bijian (seperti roti dan sereal); buah dan sayuran; serta garam beryodium.

 

Kekurangan yodium merupakan masalah utama di seluruh dunia, yaitu melibatkan 118 negara, dan lebih dari 1,5 miliar orang beresiko mengalami defisiensi yodium. Masalah kekurangan yodium terutama terjadi di daerah yang ketersediaan garam beryodiumnya kurang dan kandungan yodium di dalam tanahnya rendah. Selain itu, kelompok tertentu memiliki resiko untuk kekurangan yodium. Sebagai contoh, wanita yang hamil atau menyusui berada pada resiko kekurangan yang lebih tinggi karena mereka membutuhkan lebih banyak yodium. Vegan dan vegetarian juga berisiko lebih besar. Sebuah penelitian mengamati pola makan 81 orang dewasa dan menemukan bahwa 25% dari vegetarian dan 80% vegan mengalami kekurangan yodium, dibandingkan dengan hanya 9% dari mereka yang mengkonsumsi makanan campuran.

 

Sumber yodium yang paling umum dan mudah didapatkan adalah garam beryodium. Kandungan yodium yang tidak memadai dalam makanan dilengkapi dengan penambahan yodium dalam garam pada lebih dari 100 negara. Yodium ditambahkan ke garam dalam bentuk kalium iodida atau iodat baik sebagai padatan kering atau larutan berair pada saat produksi. Karena yodium siap menyublim pada suhu kamar, efektivitas garam beryodium tergantung pada stabilitas pembawa yodium. Karena yodium diperlukan dalam jumlah yang sangat kecil per orang per hari, dosis yodium dalam garam sangat kecil.

 

Jika garam beryodium ditambahkan pada makanan sebelum dimasak, ditemukan bahwa konten yodium dalam makanan setelah selesai dimasak kurang dari sebelum dimasak. Semakin lama makanan diolah, semakin besar jumlah yodium yang hilang. Selain itu, metode dalam memasak juga menentukan besarnya kehilangan yodium. Makanan yang direbus memiliki yodium yang lebih sedikit dibandingkan makanan yang digoreng, ini disebabkan karena garam bersifat larut air sehingga yodium yang ada dalam garam akan tercuci keluar pada saat proses merebus.

 

Jadi, untuk mencegah kehilangan yodium saat memasak, disarankan untuk menaburkan garam pada makanan setelah dimasak (sedapat mungkin) daripada menambahkan garam saat memasak atau sebelum dimasak. Selain itu, penyimpanan garam dalam suhu panas dan lembab, atau menyimpan garam di dekat area memasak harus dihindari. (BEL)

 

Sumber:

  1. Rana, R., & Raghuvanshi, R. S. 2011. Effect of different cooking methods on iodine losses. Journal of food science and technology, 50(6), 1212-6. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3791240/
  2. National Institutes of Health. 2016. Iodine: Fact Sheet for Consumers. Available at: https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iodine-Consumer/
  3. Link, R. 2018. Should You Use Iodized Salt? Available at: https://www.healthline.com/nutrition/iodized-salt

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store