Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), Siapa Takut?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

161

Gastroesophageal Reflux Disease atau yang biasa disingkat dengan GERD adalah sebuah penyakit yang diesebabkan tidak menutupnya otot pada ujung esofagus tidak menutup dengan baik. Esofagus adalah sebuah saluran yang membawa makanan menuju lambung, di ujung ada esofagus ada sebuah otot yang akan menutup untuk mencegah makanan dan asam lambung kembali naik ke atas. Jika otot ini tidak menutup secara sempurna, asam lambung akan naik dan dapat merusak esofagus. Perlu diketahui, asam lambung memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi. Lambung dapat bertahan terhadap keasaman yang tinggi karena sel-sel yang melapisi lambung melakukan regenerasi dengan cepat, namun kemampuan ini tidak dimiliki oleh sel yang melapisi esofagus. Penyakit ini umum diderita masyarakat, beberapa orang dapat mengalami refluks asam lambung ini dua minggu sekali, atau pada beebrapa kasus yang parah dapat terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu.

Penderita GERD dapat menunjukkan beberapa gejala yang umum. Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah heartburn. Heartburn merupakan sensasi terbakar dan panas yang dirasakan di tenggorokan dan dada. Gejala lain yang juga umum adalah penderita dapat merasakan rasa asam lambung sebagai rasa kecut dan panas. Pada sebagian pasien juga didapatkan gejala nyeri dada, kesulitan menelan, merasakan makanan kembali di tenggorokan. Sebagian besar gejala-gejala ini memberat setelah makan dan pada waktu malam hari.

GERD memiliki beberapa faktor risiko, di antaranya adalah obesitas, penderita hernia hiatal, kehamilan, penderita scleroderma, dan pengosongan lambung yang terlambat. Selain dengan pengobatan, gejala GERD dapat dikurangi dengan cara-cara berikut:

  • Menghindari merokok
  • Menghindari makan malam dengan jumlah besar
  • Menghindari makanan berlemak atau makanan yang digoreng
  • Menghindari kopi dan minuman beralkohol
  • Menghindari obat-obatan tertentu seperti aspirin

Pasien cenderung mengabaikan gejala-gejala GERD karena sering dirasakan sebagai gejala yang tidak menganggu, padahal jika diabaikan GERD dapat mengakibatkan komplikasi yang serius. Komplikasi GERD yang pertama adalah penyempitan esofagus. Trauma berulang yang disebabkan oleh refluks asam lambung menyebabkan esofagus terluka, penyembuhan yang kurang sempurna membuat esofagus kemudian melekat dan menyebabkan kesulitan menelan. Komplikasi kedua adalah munculnya luka ulseratif di esofagus, luka ini dapat menyebabkan nyeri dan kesulitan menelan. Komplikasi yang terakhir dan yang paling bahaya adalah munculnya kanker esofagus. Trauma dan proses penyembuhan berulang menyebabkan perubahan dari lapisan esofagus dan rentan berubah menjadi lapisan kanker.

Jika mendapati gejala GERD sebaiknya segera datang ke dokter dan fasilitas kesehatan terdekat. Dokter akan memberikan terapi yang sesuai dengan gejala-gejala yang timbul. Penggunaan antasida dapat mengurangi gejala GERD, meskipun obat ini tidak dapat digunakan dalam jangka panjang karena dapat timbul efek samping.

GERD adalah penyakit yang umum diderita oleh masyarakat. GERD tidak perlu ditakuti namun perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Perubahan gaya hidup dan pengobatan yang benar dapat memperbaiki kualitas hidup penderita GERD. (RPG/CM)

Sumber

MAYO CLINIC. 2018. Mayo Clinic. [online]. [Accessed 22 September 2018]. Available from World Wide Web: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/symptoms-causes/syc-20361940>


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store