Gaya Hidup Penyebab Infertilitas

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

79

Infertilitas atau kemandulan merupakan salah satu masalah yang dihadapi sebagian pasangan. Perempuan tak kunjung hamil padahal telah aktif secara seksual, juga tidak menggunakan alat kontrasepsi selama satu tahun.

Menurut ahli kandungan sekaligus CEO Klinik Morula IVF, dr. Ivan Sini, gaya hidup juga menjadi salah satu faktor penentu kesuburan, baik untuk perempuan maupun laki-laki. Kata Ivan, satu dari sembilan pasangan mengalami masalah kesuburan. Selama setahun pertama pernikahan, terdapat 10 persen pasangan yang belum dikaruniai buah hati. Gaya hidup seperti apa yang menyebabkan infertilitas? Ini termasuk pada nutrisi, berat badan, olahraga, tekanan fisik dan psikologis, paparan lingkungan dan pekerjaan, penggunaan narkoba dan obat-obatan.

Merokok kata dr. Ivan bisa jadi penyebab infertilitas. Bila ingin segera hamil, berhentilah merokok, sebab kebiasaan ini telah dikaitkan dengan infertilitas. Perempuan yang merokok sering kali memproduksi telur yang lebih buruk. Sedangkan perokok laki-laki sering memiliki jumlah sperma yang lebih rendah.

Untuk berat badan, obesitas juga berhubungan dengan jumlah dan kualitas sperma yang lebih rendah pada laki-laki. Sementara perempuan dengan kondisi obesitas yang memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS), disarankan untuk mengurangi berat badan. Lima persen saja sudah sangat meningkatkan kemungkinan ovulasi dan kehamilan.

Laki-laki yang sehari-harinya melakoni pekerjaan fisik berat dan mengonsumsi obat perlu tahu bahwa itu semua dapat mengurangi jumlah sperma. Sedangkan bagi perempuan, olahraga berlebihan juga dapat berpengaruh pada ovulasi dan kesuburan.

Mengubah gaya hidup demi kesuburan

Di Amerika Serikat, sekitar 10 persen perempuan berusia 15 hingga 44 tahun diperkirakan mengalami kesulitan untuk hamil. Di seluruh dunia, 8 hingga 12 persen pasangan mengalami masalah kesuburan dimana 45-50% kasus diperkirakan berasal dari faktor pria.

Untuk memperbaiki kesuburan Anda, perubahan gaya hidup adalah saran paling efektif yang dapat dilakukan pada tahap awal. Kuantitas dan kualitas sperma yang sehat akan meningkat ketika seseorang berhenti merokok dan menjaga berat badannya dalam kategori ideal. Kelebihan berat badan juga dapat memengaruhi kesuburan laki-laki dan menyebabkan perubahan hormon yang mengurangi kesuburan. Hal ini juga berhubungan dengan jumlah sperma dan kualitas sperma lebih rendah yang tidak bergerak cukup cepat.

Perempuan juga disarankan untuk berhenti merokok karena dapat mengurangi suplai telur, merusak serviks dan tuba fallopii juga meningkatkan risiko kehamilan ektopik serta keguguran. Perempuan sebaiknya mempertahankan berat badan sehat karena obesitas membahayakan kesehatan, termasuk mengganggu ovulasi.

Faktor lain yang juga berpengaruh pada infertilitas adalah konsumsi alkohol. Segelas anggur atau bir memang tidak membahayakan produksi sperma. Namun, sering minum dapat menurunkan kadar testosteron, mengurangi jumlah sperma, dan menyebabkan disfungsi ereksi.

Selain itu, perlu diketahui penggunaan obat steroid dapat mengecilkan testis. Jika Anda mengonsumsi obat-obatan legal, termasuk suplemen, tanyakan kepada dokter atau spesialis kesuburan untuk memastikan obat tidak memengaruhi produksi sperma.

Anda juga harus mempraktikkan hubungan seksual aman. Hubungan seksual tanpa kondom, apalagi dengan banyak pasangan, meningkatkan peluang terkena penyakit menular seksual (PMS). Laki-laki yang terinfeksi penyakit seperti chlamydia atau gonorrhea punya kemungkinan lebih tinggi mengalami masalah kesuburan. Ini termasuk jumlah sperma rendah, gerakan sperma yang buruk, dan fragmentasi DNA sperma.

Dalam aktivitas sehari-hari laki-laki sebaiknya menghindari suhu udara yang terlalu tinggi, misalnya kolam air panas atau sauna. Suhu tinggi, terutama di sekitar skrotum dapat mengurangi produksi sperma. Kaum Adam juga disarankan menghindari pemakaian celana ketat, juga menjauhkan laptop dari pangkuan Anda saat bekerja.

Baik perempuan maupun laki-laki sebaiknya rutin berolahraga dan menghindari konsumsi lemak trans, karena berhubungan dengan risiko infertilitas yang tinggi. Lemak trans menurunkan kemampuan tubuh untuk bereaksi terhadap insulin, dan perempuan yang memiliki resistensi insulin atau diabetes lebih rentan terhadap ovulasi yang tidak teratur. Lemak trans sering muncul dalam makanan kemasan, makanan ringan, dan makanan beku.

Selain itu, pasangan juga disarankan untuk lebih rileks dengan mencoba teknik relaksasi seperti meditasi. Duduklah di ruangan yang tenang dan berkonsentrasi pada napas, praktikkan ini secara rutin. (BIL/CM)

Sumber:

https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/gaya-hidup-menyebabkan-infertilitas


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store