Gejala Jantung Tidak Beraturan

136

Pernahkah anda merasa berdebar-debar saat anda sedang beristirahat dan tidak melakukan apapun? Hal ini dapat terjadi pada jantung sehat, akan tetapi juga dapat merupakan gejala aritmia atau gangguan irama jantung.

Salah satu jenis aritmia yang sering terjadi adalah fibrilasi atrium. Saat fibrilasi terjadi, suatu bagian jantung yang disebut dengan atrium atau bilik jantung yang berfungsi untuk memompa darah ke dalam ventrikel, bergetar dengan cepat dan tidak terkendali. Hal ini menyebabkan atrium tidak mampu memompa darah dengan efektif ke dalam ventrikel. Keadaan ini menyebabkan timbulnya denyut jantung yang cepat dan tidak teratur.

Pada keadaan normal, denyut jantung berkisar pada 60-100 kali per menit. Pada fibrilasi atrium, denyut jantung dapat mencapai 400 kali per menit.

 

Gejala Fibrilasi Atrium

Beberapa gejala yang dapat ditemukan pada fibrilasi atrium adalah:

  • Palpitasi atau rasa berdebar-debar
  • Merasakan denyutan jantung anda
  • Nyeri dada atau dada terasa tertekan atau rasa tidak nyaman pada dada anda
  • Nyeri perut
  • Sesak napas
  • Kepala terasa ringan atau perasaan melayang
  • Merasa lelah atau tidak bertenaga
  • Tidak dapat berolahraga atau beraktivitas dalam waktu lama (intoleransi)

Kadang-kadang, fibrilasi atrium dapat terjadi dengan gejala yang hilang timbul, berlangsung selama beberapa menit atau jam dan kemudian menghilang dengan sendirinya. Pada fibrilasi atrium kronik, aritmia seringkali terjadi.

 

Lansia dan Fibrilasi Atrium

Fibrilasi atrium lebih sering terjadi pada lansia. Sekitar 11% orang berusia 80 tahun mengalami fibrilasi atrium. Pada sebagian besar kasus, fibrilasi atrium terjadi tanpa adanya gejala apapun dan baru ditemukan sebagai penyebab serangan stroke pada lansia.

Fibrilasi atrium juga meningkatkan resiko terjadinya stroke, terutama bila disertai dengan kelainan katup jantung, gagal jantung, diabetes, dan hipertensi. Fibrilasi atrium dapat menyebabkan pembentukan bekuan darah. Bekuan darah ini dapat menyebabkan terjadinya serangan stroke bila keluar dari jantung dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah otak.

 

Fibrilasi Atrium Pada Remaja

Walaupun jarang, fibrilasi atrium juga dapat terjadi pada anak remaja. Fibrilasi dapat merupakan suatu gangguan atau merupakan penanda adanya gangguan kesehatan lainnya bila terjadi berulang kali.

Fibrilasi atrium pada remaja jarang sekali ditemukan pada pemeriksaan kesehatan rutin. Pada anak, fibrilasi atrium hampir selalu dimulai dengan rasa berdebar-debar yang kemudian menyebabkan terjadinya henti jantung.

Terjadinya fibrilasi atrium pada jantung yang sehat dapat dipicu oleh penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan atau olahraga. Remaja biasanya akan mengatakan adanya rasa berdebar-debar atau nyeri dada dan perut.

Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala-gejala fibrilasi atrium. Dokter dapat menentukan apakah anda benar-benar mengalami fibrilasi atrium melalui pemeriksaan fisik dan EKG (elektrokardiogram).

Sumber: webmd