GEJALA TEKANAN DARAH TINGGI

15

Tekanan darah tinggi atau dikenal juga dengan hipertensi, merupakan kondisi tekanan darah di dalam pembuluh darah lebih tinggi dari yang seharusnya. Tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang umum dan berbahaya, dapat menyebabkan komplikasi dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan lebih bahayanya lagi, kematian.

Beberapa kondisi yang dapat memicu tekanan darah tinggi di antaranya adalah kehamilan, alkohol, gangguan ginjal, faktor usia, memiliki keluarga yang menderita hipertensi, memiliki kebiasaan merokok, jarang berolahraga, kelebihan berat badan, konsumsi garam berlebih, stress, serta kondisi medis tertentu.

Secara umum, beberapa gejala hipertensi antara lain:

  • Sakit kepala, dapat berupa sakit kepala ringan atau berat dan biasanya bersifat kronis. Sakit kepala yang berlangsung terus menerus dan tidak berkurang dengan obat pereda nyeri perlu diwaspadai karena bisa menjadi salah satu tanda terjadinya peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba.
  • Pusing dan sulit menjaga keseimbangan, jika dialami terus-menerus dan tanpa alasan yang jelas atau tidak diketahui penyebab pastinya bisa jadi gejala tekanan darah tinggi yang tidak bisa diabaikan dan perlu penanganan segera.
  • Penglihatan buram atau telinga berdenging
  • Mual, kembung, atau sulit buang air kecil
  • Kebingungan dan kelelahan terus menerus
  • Nyeri dada dan detak jantung yang tidak teratur
  • Mengalami sesak atau kesulitan dalam bernapas

Hipertensi sering juga disebut sebagai “silent killer” karena banyak orang dengan tekanan darah tinggi tidak mengalami gejala atau tanda peringatan, sehingga kebanyakan orang tidak menyadarinya. Pengukuran tekanan darah secara rutin penting dilakukan agar bisa diketahui tekanan darah seseorang normal atau tidak dan bisa segera mendapat penanganan yang tepat. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki tekanan darah tinggi adalah untuk memeriksakannya secara teratur. Untuk diagnosis yang tepat, penegakan diagnosis tekanan darah tinggi akan ditentukan oleh tenaga kesehatan berdasarkan dua atau lebih banyak bacaan pemeriksaan tekanan darah yang diperoleh pada dua kesempatan atau lebih.

Konsumsi obat anti hipertensi secara teratur diperlukan agar tekanan darah tinggi dapat terkontrol. Dokter biasanya akan merekomendasikan dosis rendah pada awalnya. Pilihan pengobatan tergantung pada individu dan kondisi medis mendasar yang dialami.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengelola tekanan darah antara lain dengan pola makan yang sehat yaitu memilih makanan dan minuman bernutrisi tinggi dan rendah gula, lemak, dan garam, berhenti merokok dan menghindari sering terpapar asap rokok, berolahraga ringan secara teratur dan bergerak aktif setiap hari, hindari konsumsi alkohol, menjaga berat badan tetap normal, serta mengelola stres dengan baik. (PK/PAY)

Referensi:

  • American Heart Association. The Facts About High Blood Pressure. 2017
  • NHS UK. Hypertension. 2019
  • CDC US. High Blood Pressure. 2019