Gigitan Nyamuk Bisa Menularkan Virus HIV, Hal Ini Benar Atau Tidak?

184

Sejak awal epidemi HIV, ada kekhawatiran tentang penularan HIV melalui serangga yang menggigit dan menghisap darah, seperti nyamuk. Pemikiran karena banyak penyakit, seperti demam malaria dan Zika, mudah ditularkan melalui gigitan serangga maka ada yang berpikir bahwa virus HIV juga bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Studi epidemiologi yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Infection di Atlanta tidak menunjukkan bukti adanya penularan HIV melalui nyamuk atau serangga lainnya, bahkan di negara-negara dengan tingkat HIV yang sangat tinggi dan jumlah nyamuk yang tidak terkontrol.

 

Mengapa HIV Tidak Dapat Ditularkan Melalui Nyamuk

Dari perspektif biologis, gigitan nyamuk tidak mengakibatkan penularan darah ke darah (yang akan dianggap sebagai rute infeksi virus darah seperti HIV). Sebagai gantinya, serangga menyuntikkan air liur dan antikoagulan yang memungkinkan nyamuk tersebut memberi makan lebih efisien. Dengan demikian, darah itu sendiri tidak disuntikkan dari orang ke orang.

Sementara penyakit seperti demam kuning dan malaria mudah ditularkan melalui sekresi ludah dari spesies nyamuk tertentu, HIV tidak memiliki kemampuan untuk bereproduksi atau berkembang dalam serangga karena tidak ada sel inang (seperti sel T), yang virus buktikan untuk bereplikasi. Sebagai gantinya, virus dicerna di dalam usus nyamuk bersama sel darah yang dimakan serangga.

Bahkan jika HIV bertahan untuk jangka waktu yang singkat, jumlah virus yang bisa dibawa oleh nyamuk untuk ditularkan adalah hal yang tidak mungkin. Dibutuhkan sekitar 10 juta nyamuk untuk menghasilkan virus yang cukup untuk memungkinkan penularan.

 

Jenis Penyakit Yang Ditulatkan Nyamuk

Nyamuk tidak mengancam penularan HIV, namun ada jenis penyakit lain yang terkait dengan gigitan nyamuk, diantaranya:

  • Chikungunya
  • Demam berdarah
  • Filariasis
  • Japanese ensefalitis
  • Malaria
  • Demam kuning
  • Demam zika

Nyamuk diketahui membawa penyebab penyakit menular, seperti virus dan parasit. Nyamuk diperkirakan menularkan penyakit ke lebih dari 700 juta orang setiap tahun yang mengakibatkan jutaan kematian akibatnya.

 

Wabah penyakit ini paling sering terlihat di Afrika, Asia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, di mana merupakan daerah beriklim sedang dan kurangnya kontrol nyamuk memberikan kesempatan lebih besar untuk penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.

 

Sumber: verywell