Gonorrhea

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

146

Gonorrhea atau kencing nanah adalah salah satu penyakit menular seksual yang umum dan disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae atau gonococcus. Pria maupun wanita bisa terjangkit penyakit ini. Bakteri gonococcus biasanya ditemukan di cairan penis dan vagina dari orang yang terinfeksi. Bakteri penyakit ini bisa menyerang dubur, serviks (leher rahim), uretra (saluran kencing dan sperma), mata, dan tenggorokan.

Selain itu, bahaya penyakit gonorrhea juga bisa menular pada bayi baru lahir sekalipun dari ibunya yang mengalami penyakit ini selama proses kehamilan. Seorang bayi yang terkena gonorrhea ditandai dengan adanya pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan mengeluarkan nanah. apabila tidak segera di tangani dan diobati hal ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan pada anak serta kebutaan.

Tanda dan gejala Penyakit Gonorrhea

Tanda dan gejala gonorrhea/kencing nanah pada pria sangat mudah di ketahui yaitu terasa nyeri pada saat berkemih, rasa nyeri ini benar-benar khas dan tak tertahan kan seperti panas dan terbakar. selain itu  akan keluar cairan putih atau agak kehijauan dari saluran kencing seperti nanah. jika terdapat tanda-tanda diatas kemungkinan Anda telah terinfeksi penyakit ini. Bengkak dan kemerahan pada bukaan atau kulup penis, bengkak atau nyeri pada testis, sakit tenggorokan yang datang terus-menerus.

Ketika telah diobati, infeksi ini mungkin masih akan bertahan di tubuh selama beberapa hari. Pada kasus yang jarang ditemui, gonorrhea dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh, khususnya urethra dan testis. Rasa nyeri juga dapat dirasakan hingga ke rektum. Beberapa perempuan sulit mengidentifikasi gejala gonorrhea ini, sebab gejala yang muncul ada kemiripan dengan infeksi lain.

Gejala penyakit seksual menular pada perempuan ini awalnya  tidak terbentuk dengan jelas, seperti infeksi jamur vagina pada umumnya, sehingga beberapa perempuan salah menebak infeksi yang diidapnya. Berikut ini adalah beberapa gejala yang muncul pada perempuan :

  • Keluar cairan dari vagina (berair, menyerupai krim, sedikit kehijauan)
  • Ketika buang air kecil, adanya sensasi nyeri dan rasa panas
  • Frekuensi buang air kecil yang cukup sering
  • Munculnya bercak darah atau perdarahan saat tidak sedang menstruasi
  • Rasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual
  • Rasa nyeri juga dirasakan pada perut bagian bawah atau nyeri panggul
  • Bengkak pada kemaluan
  • Rasa terbakar atau panas di tenggorokan (ketika sudah melakukan oral seks)
  • Demam
  • Pada anak-anak yang lahir dengan gonorrhea, gejala biasanya muncul pada mata.

Diagnosis Gonorrhea

Ada beberapa cara untuk menegakkan diagnosis gonorrhea pada seseorang. Pada hampir sebagian besar kasus, dokter akan melakukan pengujian sampel cairan dari vagina atau penis untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

Pada wanita, dokter atau perawat biasanya akan menggunakan cotton bud untuk mengambil sampel cairan di vagina atau mulut rahim. Namun, dokter mungkin juga bisa meminta pasien untuk menggunakan tampon guna mengambil sampel cairan tersebut. Prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit, namun pasien mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman.

Prosedur pada pria sedikit berbeda, di mana dokter mungkin akan memeriksa sampel air kencing atau urin pasien untuk kemudian diperiksa hasilnya di laboratorium. Pemeriksaan urin ini kurang akurat hasilnya pada pasien wanita. Selain itu, dokter mungkin juga akan mengambil sampel cairan yang keluar di ujung penis dengan menggunakan cotton bud.

Pengobatan dan Pencegahan Gonorrhea

Memberikan satu suntikan antibiotik dan satu tablet antibiotik untuk mengobati gonorrhea, serta menganjurkan agar kembali lagi satu atau dua pekan setelah pengobatan awal untuk pemeriksaan ulang dan memastikan bakteri gonorrhea telah hilang sepenuhnya.

Gejala akibat bakteri gonorrhea akan membaik setelah beberapa hari jika dilakukan pengobatan yang efektif dan sesegera mungkin. Tapi jika dibiarkan, bisa menjadi masalah yang serius.

Untuk mencegah penularan pada orang lain atau terinfeksi kembali, sebaiknya tidak berhubungan seks hingga perawatan benar-benar tuntas dan pemeriksaan ulang telah terbukti negatif.

Penyakit gonorrhea kembali jika tidak melakukan hubungan seks yang sehat dan aman di kemudian hari. Cara terbaik untuk mencegah infeksi menular seksual adalah dengan tidak berganti-ganti pasangan, tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah, dan gunakan kondom jika melakukan hubungan seks. (RA)

Sumber :

  1. https://hellosehat.com/penyakit/gonorrhea/
  2. https://alodokter.com/gonorrhea.html
  3. idmedis.com

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store