Hidrosefalus

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

202

Hidrosefalus merupakan penimbunan cairan serebrospinal yang berlebih didalam otak.  Penimbunan cairan inilah yang membuat kepala membesar dan menekan otak dengan kuat. Kalau tidak segera diatasi, tekanan tersebut dapat melemahkan fungsi otak. Jika fungsi otak seseorang sudah terganggu, maka perkembangan fisik dan kecerdasannya akan terganggu pula.

Hidrosefalus dapat terjadi pada siapa saja pada semua umur, namun sebagian besar terjadi pada bayi  dan lansia. Dilihat dari gejalanya, penyakit ini dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Hidrosefaluskongenital atau bawaan. 

Gangguan ini terjadi sejak bayi lahir ke dunia. Begitu keluar dari rahim, kepala bagi akan membesar terutama di bagian ubun-ubun yang tulangnya masih lunak dan tampak menggelembung dan menegang. Dikarenakan kulit kepala bayi masih tipis, maka penggelembungan tersebut membuat urat-urat kepala menjadi terlihat dengan jelas. Bayi-bayi dengan hidrosefalus, memiliki mata yang terlihat seperti memandang ke bawah dan otot-otot kaki terlihat kaku, serta rentan mengalami kejang. Gejala-gejala hidrosefalus bawaan lainnya adalah mudah mengantuk, mual, rewel, dan susah makan.

  1. Hidrosefalus yang didapat atau acquired

Gangguan ini terjadi pada bayi sudah tumbuh menjadi anak-anak atau dewasa. Orang yang mengalami kelainan ini setelah dewasa biasanya akan mengalami nyeri pada kepala setiap pagi atau bangun tidur. Selain pusing, gejala lain yang muncul adalah sering mengantuk, pandangan buram, tidak bisa menahan saat akan buang air dan sulit untuk berjalan. Biasanya hidrosefalus jenis ini disertai dengan penyakit lain yang menyebabkan produksi cairan dalam otak berlebih atau proses penyerapan cairannya terganggu, misalnya akibat infeksi pada otak atau adanya tumor.

  1. Hidrosefalusdengan tekanan normal.

Gangguan ini biasanya dialami oleh lansia berusia lebih dari 60 tahun. Biasanya orang yang terkena gangguan ini sering mengalami kesulitan berjalan, menurunkan kemampuan berpikir, hingga ketidakmampuan untuk menahan kencing. Selain fisik, hidrosefalus tekanan normal juga berdampak kepada kemampuan berpikir penderita. Mereka akan sulit mencerna informasi dan lambat dalam menanggapi situasi atau pertanyaan. Sama seperti hidrosefalus dapatan, hidrosefalus jenis ini biasanya juga disertai penyakit utama penyebab terjadinya hidrosefalus. Bedanya adalah, pada lansia usia lebih dari 60 tahun, perkembangan otak sudah terhenti, otak bahkan cenderung mengerut akibat usia, sehingga saat terdapat akumulasi cairan di dalam rongga kepala, tekanannya akan cenderung normal.

Penyebab utama munculnya hidrosefalus adalah banyaknya cairan yang memenuhi otak. Cairan ini sebenarnya bermanfaat untuk otak karena membersihkan limbah setelah metabolisme otak, melindungi otak dari cedera, menjaga agar otak tetap mengapung pada posisinya, dan mencegah terjadinya perubahan tekanan pada otak. Pada otak manusia normal, cairan yang berlebih dibuang dari tubuh setelah diserap pembuluh darah. Nah, pada penderita cairan akan terperangkap. Setiap hari otak akan memproduksi cairan serebrospinal. Produksi cairan ini bisa terjadi berlebihan dan bisa juga mengalami gangguan penyerapan atau pembuangan. Hal terjadi disebabkan oleh beberapa hal yang menjadi pemicunya yaitu:

  • Buruknya mekanisme penyerapan cairan akibat radang atau cedera pada otak.
  • Terhambatnya aliran cairan serebrospinal akibat kelainan pada sistem saraf.
  • Infeksi janin saat masih di dalam kandungan yang menyebabkan radang pada jaringan otak janin.
  • Perdarahan di dalam otak.
  • Tumor otak.
  • Cedera parah di kepala.
  • Penyakit stroke.

Satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan operasi.  Tujuannya adalah untuk membuang kelebihan cairan serebrospinal di dalam otak. Salah satu jenis operasi yang biasanya diterapkan pada kasus hidrosefalus adalah operasi pemasangan shunt.  Alat ini akan mengalirkan cairan serebrospinal berlebih ketika volumenya di dalam otak meningkat. Dengan bantuan alat ini, otak tidak akan tertekan dan fungsinya akan kembali normal.

Selain melalui pemasangan shunt, pengobatan dari penyakit hidrosefalus juga bisa dilakukan melalui ventriculostomy. Dalam metode ini, dokter bedah akan menggunakan kamera video kecil yang bisa melihat secara langsung kondisi dalam otak dan membuat lubang di bagian bawah ventrikel atau antara ventrikel. Nantinya, lubang itulah yang akan mengalirkan cairan serebrospinal keluar dari otak. (RA/STE)

Daftar Pustaka

https://www.alodokter.com/hidrosefalus.html

https://blog.kitabisa.com/tentang-hidrosefalus/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store