Hiv/Aids: Jauhi Penyakitnya, Dekati Penderitanya

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

159

AIDS (Acquired immunodeficiency syndrome) adalah sebuah sindrom atau kumpulan gejala yang disebabkan oleh infeksi virus HIV (human immunodeficiency virus). Virus HIV bekerja dengan menyerang sistem imun tubuh manusia. Sistem imun yang terserang oleh virus HIV akan menjadi lemah dan tidak mampu melawan infeksi-infeksi lain yang menyerang. Virus HIV menyerang sel T, yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Jika seorang manusia terserang virus HIV, tubuh akan merespon dengan gejala-gejala mirip flu. Gejala ini dapat muncul setelah satu hingga dua bulan virus menginfeksi tubuh, gejala yang dapat muncul di antaranya:

  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Ruam
  • Nyeri tenggorokan
  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher

Gejala ini dapat dirasakan sangat ringan hingga sebagian pasien tidak menyadari memiliki gejala ini. Saat ini jumlah virus di tubuh sangat tinggi sehinggi virus dapat menyebar ke seluruh tubuh dengan cepat. Setelah itu gejala akan hilang dan muncul lagi setelah lima hingga sepuluh tahun. Setelah sepuluh tahun AIDS akan muncul. Saat memasuki fase AIDS, pasien akan terjangkiti infeksi opurtunistik. Infeksi opurtunistik adalah infeksi yang terjadi pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu, dan biasanya tidak terjadi pada orang yang memiliki sistem imun yang normal. Gejala yang dapat dirasakan saat sudah memasuki fase AIDS adalah:

  • Demam berulang
  • Keringat malam yang berlebihan
  • Diare berulang
  • Terdapat bercak-bercak putih di mulut
  • Penurunan berat badan
  • Rasa lelah yang tak kunjung hilang
  • Ruam-ruam pada kulit

Jika mendapati gejala-gejala di atas, segera menemui dokter adalah langkah yang tepat. Dokter akan menganalisis faktor-faktor risiko penyebab HIV dan akan melakukan tes darah untuk mengkonfirmasi diagnosis. Dengan terapi obat antiretroviral, pasien HIV memiliki angka harapan hidup yang tinggi dan dapat hidup sebagaimana layaknya orang normal.

HIV ditularkan melalui berbagai cara, yang pertama dapat ditularkan melalui hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. HIV menular melalui darah, sperma, dan cairan kelamin pada wanita. HIV juga dapat ditularkan dari ibu ke anak saat kehamilan dan menyusui.

Penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menularkan HIV. HIV hanya menular melalui darah dan hubungan seksual yang tidak menggunakan kondom. HIV tidak menular melalui udara, berdekatan dengan penderita HIV, tidak menular melalui berpelukan, atau menggunakan peralatan makan yang sama dengan penderita HIV. Oleh karena itu tidak perlu menjaga jarak dengan penderita HIV atau yang bisa disebut ODHA (Orang dengan HIV AIDS).

ODHA juga memilki hak untuk melanjutkan hidup sebagaimana manusia lainnya. Memberikan stigma buruk membuat ODHA kesulitan untuk berada di tengah-tengah masyarakat. Penting mengidentifikasi faktor-faktor penularan HIV agar masyarakat dapat berhati-hati, juga penting agar masyarakat dapat belajar untuk hidup berdampingan dengan ODHA. Jauhi penyakitnya, dan bukan penderitanya. (RPG)

Sumber

MAYO CLINIC. 2018. Mayo Clinic. [online]. [Accessed 26 September 2018]. Available from World Wide Web: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiv-aids/symptoms-causes/syc-20373524>


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store