Hobi Nge-Gym, Perlukah Steroid?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

215

Gaya hidup modern di Indonesia tidak memungkinkan sebagian besar orang untuk melakukan olahraga secara teratur di luar rumah. Berbagai alasan sering diungkapkan mulai dari waktu yang tidak sesuai hingga tidak adanya lingkungan yang cocok untuk berolahraga.

Berbagai kesulitan berolahraga kemudian dijawab oleh hadirnya pusat kebugaran yang sering disebut gym dan kegiatan olahraga di gym sering juga disebut nge-gym. Kegiatan olahraga ini dipilih karena lebih praktis, mudah dijangkau, dan tersedia berbagai fasilitas di dalam gym.

Akan tetapi, permasalahan ternyata tidak selesai sampai disitu. Beberapa orang cenderung ingin mendapatkan stamina yang lebih dan hasil yang cepat dalam membentuk tubuh di gym. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menggunakan suplemen steroid sehingga dalam waktu singkat otot tubuh terbentuk.

Nah, apakah pemakaian steroid ini aman untuk hobi nge-gym? Akan kita bahas dalam artikel ini.

Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang dapat dihasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena. Dalam nge-gym sendiri, steroid yang digunakan adalah jenis steroid anabolik (steroid yang berguna untuk membesarkan otot dengan cara dimakan atau disuntikkan kedalam tubuh).

Secara medis, ternyata pemakaian steroid dalam jangka waktu lama memiliki sejumlah efek samping sebagai berikut ini:

  1. Produksi hormon alami tubuh menurun

Memasukkan zat hormon ke dalam tubuh Anda, berarti disaat bersamaan akan mengisyaratkan sistem endokrin tubuh (sinyal ini dikirim ke testis) untuk mengurangi, bahkan menghentikan produksi hormon alaminya. Hal ini akan menyebabkan gangguan seperti menurunnya gairah seksual hingga disfungsi ereksi.

  1. Gangguan hati

Steroids yang dikonsumsi via mulut, semua harus melalui liver sebagai organ penyaring. Semua yang masuk mulut akan diurai oleh liver dengan bantuan enzim, baru setelah itu diteruskan ke aliran darah. Terjadi kenaikan enzim liver selama berusaha mencerna steroids. Fenomena inilah yang kerap dituding media sebagai gangguan liver.

  1. Efek terhadap kadar kolesterol

Kolesterol adalah profil kadar lemak darah Anda. Steroid mampu menurunkan kolesterol HDL dan menaikan kolesterol LDL. HDL atau High Density Lipoprotein adalah kolesterol yang bersifat baik, sedangkan LDL bersifat sebaliknya.

  1. Gynecomastia (pembesaran payudara pada pria)

Gynecomastia atau feminisasi pada pria pemakai steroids bisa saja terjadi karena lonjakan kadar estrogen (hormon wanita) via proses aromatisasi, dimana androgen seperti testosterone (hormon pria) dikonversi menjadi estrogen.

  1. Jerawat

Steroids bisa memicu pertumbuhan jerawat karena meningkatkan aktivitas kelenjar minyak. Peningkatan aktifitas kelenjar tadi akan menambah jumlah cairan minyak pada permukaan kulit yang kemudian bereaksi dengan bakteri dan kulit mati yang ada di permukaan kulit, berujung pada penyumbatan saluran kelenjar kulit dan berakhir dengan jerawat.

Mari kita kembali ke pola hidup sehat secara alami yaitu makan makanan dengan gizi seimbang dan tinggi protein untuk membentuk otot dan berolahraga teratur daripada mengonsumsi steroid. Niscaya hasilnya lebih baik dan lebih sehat tentunya. (BR)

DAFTAR PUSTAKA

Azis A.L (2006). Penggunaan Kortikosteroid di Klinik. Surabaya: Lab. Divisi Gawat Darurat FK UNAIR. Indonesia

http://reps-id.com/16-efek-samping-steroid/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store