Hordeolum

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

144

Bintitan atau hordeolum adalah inflamasi atau peradangan pada titik tertentu di kelopak mata. Peradangan yang terjadi menyebabkan pembengkakan (benjolan), nyeri, kemerahan, bahkan terjadi penumpukan nanah atau disebut dengan abses (kantung nanah).

Seringkali benjolan tampak merah dan nyeri serta terlihat seperti jerawat. Meskipun sebagian besar bintitan muncul di bagian luar kelopak mata, namun sebagian lainnya berkembang pada kelopak mata bagian dalam. Meskipun terasa tidak nyaman, hordeolum tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Hordeolum adalah infeksi atau peradangan pada kelenjar di tepi kelopak mata bagian atas maupun bagian bawah yang disebabkan oleh bakteri, biasanya disebabkan oleh kuman Stafilokokus (Staphylococcus aureus). Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai anak-anak hingga orang tua.

Pada sebagian besar kasus, hordeolum dapat membaik dalam 1 minggu tanpa pengobatan. Pada perkembangan proses penyakit, Hordeolum eksternum (bintitan yang berada di kelopak mata bagian luar) bisa berubah menjadi kekuningan dan mengeluarkan nanah. Sedangkan Hordeolum internum (bintitan pada kelopak mata dalam) cenderung lebih terasa nyeri.

Pengobatan sederhana seperti mengompres mata yang bintitan dengan air hangat secara lembut bisa sangat efektif mempercepat penyembuhan. Kompres hangat dapat membantu mempercepat pengeluaran nanah yang terkandung di dalamnya, serta dapat mengurangi rasa nyeri dan bengkak.

Ciri infeksinya adalah benjolan merah pada kelopak mata (mirip jerawat) yang biasanya menimbulkan rasa sakit. Ada dua jenis hordeolum :

  • Hordeolum internal – infeksi terjadi di dalam garis bulu mata
  • Hordeolum eksternal – infeksi terjadi di luar garis bulu mata.

Hordeolum sangat umum terjadi, meskipun angka kasusnya di Indonesia belum diketahui secara pasti. Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hordeolum, antara lain:

  • Kurang kebersihan kelopak mata
  • Menderita penyakit mata lainnya
  • Sebelumnya pernah terkena hordeolum (hordeolum sering kambuh di lokasi yang sama).

Gejala awal hordeolum biasanya adalah kemerahan dan bengkak pada kelopak mata, dan muncul benjolan yang menyakitkan. Selain itu ada beberapa gejala lain hordeolum, yakni:

  • Mata berair
  • Penglihatan kabur
  • Sensasi adanya benda asing di mata
  • Terkadang terdapat titik kekuning-kekuningan pada area yang membengkak. Ini akan menjadi jalan keluar nanah ketika hordeolum pecah.

Hordeolum internal biasanya lebih menyakitkan dan cenderung harus ditangani oleh dokter. Segera ke dokter jika Anda mengalami :

  • Gangguan penglihatan
  • Terdapat krusta pada kelopak mata
  • Putih mata merah
  • Hordeolum mengeluarkan darah
  • Rasa sakit yang hebat.

Penanganan Hordeolum

  • Kompres dengan kain hangat selama 10-15 menit, lakukan hal ini 4 kali sehari.
  • Gunakan antibiotik topikal (salep, tetes mata) sesuai anjuran dokter
  • Antibiotik oral (diminum) sesuai anjuran dokter

Pada banyak kasus hordeolum, pemeriksaan mata sederhana sudah cukup untuk memastikan seseorang terkena hordeolum. Selain pemeriksaan mata, biasanya tidak diperlukan pemeriksaan lain.

Komplikasi meskipun jarang namun tetap bisa terjadi, yakni meliputi:

  • Kista meibom. Kista ini terjadi pada kelenjar meibom atau kelenjar lemak yang berlokasi pada kelopak mata. Hordeolum yang persisten pada bagian dalam kelopak mata bisa menyebabkan terbentuknya kista meibom, terutama jika kelenjar mengalami penyumbatan. Tipe kista ini sangat mudah dan efektif untuk diobati.
  • Selulitis periorbital. Komplikasi ini berkembang jika infeksi menyebar ke jaringan sekitar mata. Lapisan kulit sekitar mata menjadi meradang dan merah, sehingga membuat kelopak mata ikut kemerahan dan bengkak. Pengobatannya dengan antibiotik.

Jika hordeolum tidak kunjung sembuh, dokter biasanya melakukan insisi (sayatan) pada hordeolum untuk mengeluarkan nanah atau isi dari hordeolum, sehingga mempercepat proses penyembuhan. Jangan pernah mencoba menusuk sendiri hordeolum tanpa bantuan dokter, karena risiko kerusakan pada mata atau kelopak mata.

Agar hordeolum tidak terjadi menjaga kebersihan wajah dan membiasakan mencuci tangan sebelum menyentuh wajah, usap kelopak mata dengan lembut menggunakan lap hangat untuk membersihkan sisa-sisa produksi kelenjar lemak pada mata.

Selain itu, jaga kebersihan peralatan make-up agar mata tidak terkontaminasi oleh kuman dan gunakan kacamata pelindung jika bepergian di daerah berdebu. Jika memakai lensa kontak, cuci dan sterilkan sebelum digunakan. Pastikan Anda tidak lupa mencuci tangan sebelum memasangnya. (EM/STE)

Sumber: 

Hordeolum : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan – Mediskus

https://www.medkes.com

https://doktersehat.com


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store