Hubungan Lantai Tanah Dengan Gangguan Pernapasan

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

263

Bicara mengenai gangguan pernapasan, sering kita kaitkan dengan asap rokok atau polusi udara akibat pembakaran. Namun, tahukah Anda bahwa partikel-partikel kecil yang kita hirup dari berbagai barang-barang pribadi, lantai rumah, dan lingkungan sekitar juga menyumbang peran yang menyebabkan gangguan pernapasan? Berikut ini kita akan bahas mengenai pengaruh lantai dalam bentuk tanah (yang belum disemen maupun diberi ubin) terhadap ganguan pernapasan.

Lantai Tanah, Sebuah Tren Baru

Beberapa waktu ini, lantai dalam bentuk tanah sempat menjadi primadona. Tren desain rumah ramah lingkungan (Eco-friendly) di Amerika Serikat serupa dengan yang banyak ditemui di daerah pedesaan, yaitu lantai tanah juga dikenal sebagai adobe atau earthen floor. Perbedaan antara eco-friendly house dengan rumah dipedesaan adalah mereka mengandalkan bahan dari tanah, tetapi dengan langkah-langkah tambahan penting seperti lapisan kerikil (untuk mencegah air merembes dan menghancurkan lantai dari bawah). Bagian atas dari lapisan ini ditutupi oleh campuran pasir, tanah liat dan serat alami yang dibakar dan ditutup. Tutup dibagian atas menciptakan penghalang anti air dan membuat lantai bisa dicuci. Oleh karena sistem yang telah tertata ini, eco-friendly house memiliki kemampuan untuk menjaga manifestasi mikroba dan mencegah munculnya penyakit-penyakit menular.

Berbagai Penyakit yang Disebabkan oleh Lantai Tanah

Beda eco-friendly house beda rumah pedesaan. Rumah di pedesaan seringkali tidak diberi ubin karena keterbatasan akses dan ketersediaan ubin di wilayah tersebut. Seringkali juga karena keterbatasan biaya akibat harga ubin yang tidak murah. Sayangnya, ahli telah meneliti dan menemukan fakta bahwa lantai tanah menyebabkan munculnya koloni bakteri, cacing ataupun penyebab penyakit lain.

Penyakit yang sering muncul pada penggunaan lantai tanah adalah diare, gangguan pernapasan, demam berdarah dan infestasi parasit. Hal ini karena membersihkan lantai tanah sangat sulit, kotoran yang dibawa sepatu atau dari air kotor yang tumpah di dalam ruangan cenderung tetap menempel, dan dapat dengan mudah tercampur ke makanan atau terhirup. Selain itu, debu-debu ini menumpuk di musim kemarau namun di musim hujan dapat terjadi rembesan air dari bawah dan  menyebabkan genangan air. Genangan air adalah tempat berkembang biak terbaik bagi nyamuk, dan sangat mungkin menyebabkan demam berdarah.

Lantai Tanah dan Gangguan Pernapasan

Para ahli telah banyak meneliti mengenai fraksi anorganik yang berasal dari tanah, yang paling banyak dibahas adalah Silika atau Kuarsa. Fraksi mineral dari sebagian besar tanah didominasi oleh silika. Silika yang terhirup diketahui berhubungan dengan gangguan pernapasan.

Silika diklasifikasikan berdasarkan luas terpolimerasi. Secara umum, semakin banyak struktur yang terpolimerisasi, semakin tahan silika tersebut terhadap pelapukan kimia. Walaupun silika yang terhirup dari debu tanah mempunyai kadar patogen yang kurang dibandingkan dengan paparan pada pekerjaan lain (contoh, pertambangan), namun paparan silika dapat menyebabkan interaksi kimia dalam tubuh dan menyebabkan ikatan radikal bebas dan berhubungan dengan banyak gangguan pernapasan.

Selain silika, tanah liat yang terdapat pada lantai tanah dapat membawa bahan organik yang memiliki potensi bahaya, hal ini karena tanah liat memiliki luas permukaan yang besar dan dapat menyerap molekul organik termasuk residu pestisida dan molekul organik lain yaitu; jamur dan spora (terutama spesies Aspergillus dan Cladosporium [spp]); Actinomycete spp; mikotoksin, seperti aflatoksin, zearalenon, vomitoxin, ochratoxin, dan toksin T2; bakteri, komponen biokimia dan ekskresi mereka, seperti endotoksin, peptidoglikan, dan enzim proteolitik; tungau, seperti Lepidoglyphus destructor dan Tyrophagus putrescentiae; serangga; dan masalah hewan lainnya, termasuk bagian dari tikus dan kotorannya. (TYA)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Morawska, K. Mengersen, H. Wang, F. Tayphasavanh, K. Darasavong, and N. S. Holmes. 2010. Pollutant Concentrations within Households in Lao PDR and Association with Housing Characteristics and Occupants’ Activities. Environ. Sci. Technol., 2011, 45 (3), pp 882–889.
  2. Rodrigo Zeledón, Luis G. Vargas. 1984. The Role of Dirt Floors and of Firewood in Rural Dwellings in the Epidemiology of Chagas’ Disease in Costa Rica. The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, Volume 33, Issue 2, Mar 1984, p. 232 – 235
  3. American Thoracic Society. 1988. Respiratory Health Hazards in Agriculture. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, Vol. 158, No. supplement 1

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store