Ikan VS Ayam, Mana yang Sebenarnya Lebih Baik Bagi Kesehatan?

420

Anda mungkin sudah mengetahui bahwa makan sehat adalah dengan mengurangi makanan manis, hindari lemak jahat, dan batasi konsumsi berbagai daging olahan. Akan tetapi, Anda mungkin kesulitan menentukan sayuran atau daging atau buah mana yang mengandung paling banyak nutrisi, vitamin dan mineral.

Salah satunya adalah mengkonsumsi ayam atau ikan, manakah sebenarnya yang lebih baik bagi kesehatan Anda? Menurut The American Heart Association, baik ayam maupun ikan merupakan alternatif yang baik dari daging merah bagi kesehatan jantung.

Kedua daging ini mengandung lebih sedikit kolesterol dan lemak jenuh, kedua hal yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan jantung bila Anda mengkonsumsinya secara berlebihan. Terlalu banyak kolesterol dan lemak jenuh dapat meningkatkan tekanan darah, yang dapat memicu terjadinya gangguan jantung.

Selain jenis daging yang dikonsumsi, cara Anda memasaknya juga turut berperan dalam menentukan berapa banyak kolesterol dan lemak jahat di dalamnya. Ayam tanpa kulit akan lebih baik bagi kesehatan jantung. Memanggang atau merebus daging sapi juga lebih baik daripada seporsi fish and chips yang digoreng. Berapa banyak porsi makan Anda juga turut berperan.

Di bawah ini Anda dapat melihat penjabaran mengenai ayam dan ikan, yang menunjukkan daging mana yang lebih baik bagi kesehatan Anda.

 

Ayam

Ayam telah lama menjadi pilihan orang yang ingin mengkonsumsi diet sehat karena mengandung banyak protein dan sedikit lemak. Jadi, bila Anda sedang berusaha untuk meningkatkan massa otot dan berdiet, maka ayam merupakan pilihan yang terbaik. Pastikan saja Anda tidak mengkonsumsi kulitnya.

Untuk setiap 100 gramnya, ayam mengandung sekitar 27 gram protein, yang mana lebih banyak daripada berbagai jenis ikan.

Akan tetapi, daging ayam juga memiliki kekurangannya tersendiri. Salah satunya adalah karena sekarang ini banyak peternakan ayam yang menggunakan antibiotik dan hormon untuk mempercepat pertumbuhan ayam.

 

Baca juga: Ortoreksia, Ketika Makan Sehat Menjadi Obsesi Anda…

 

Ikan

Dianjurkan agar setiap orang mengkonsumsi setidaknya 240 gram seafood (ikan) setiap minggunya. Akan tetapi, sayangnya sangat sedikit orang yang memenuhi standar ini.

Salah satu keuntungan terbesar dari mengkonsumsi ikan dan seafood adalah karena keduanya mengandung asam lemak omega 3, yang sangat diperlukan oleh tubuh. Asam lemak omega 3 diduga dapat meningkatkan daya ingat dan fungsi otak secara keseluruhan, mengurangi peradangan di dalam tubuh, dan mencegah terjadinya gangguan jantung.

Walaupun kandungan protein di dalamnya tidak setinggi ayam, akan tetapi mengkonsumsi berbagai jenis ikan yang ada dapat membantu memenuhi kebutuhan protein harian Anda.

Selain itu, orang yang mengkonsumsi ikan juga cenderung merasa kenyang lebih lama dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi sumber protein (daging) lainnya. Jadi, bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, maka mengkonsumsi ikan dapat membantu.

Akan tetapi, banyak orang khawatir akan kandungan merkuri yang kadangkala terdapat di dalam ikan. Sebagian besar seafood biasanya memang mengandung sedikit merkuri. Akan tetapi, sejumlah kecil merkuri ini dianggap tidak berbahaya.

Bahkan BPOM Amerika juga menganjurkan agar pada wanita hamil dan anak-anak kecil mengkonsumsi setidaknya 240 gram ikan setiap minggunya. Hal ini dikarenakan ikan mengandung berbagai nutrisi yang penting bagi pertumbuhan janin, bayi, dan anak-anak.

Akan tetapi, dianjurkan agar para wanita hamil dan anak-anak tidak mengkonsumsi ikan mentah dan beberapa jenis ikan seperti king mackerel, hiu, dan ikan pedang (swordfish). Hal ini dikarenakan beberapa jenis ikan ini mengandung lebih banyak merkuri.

 

Jadi, kesimpulannya adalah baik ikan maupun ayam merupakan sumber protein yang baik, di mana ikan memang sedikit lebih baik dibandingkan ayam bagi kesehatan. Alasan utamanya adalah karena ikan mengandung asam lemak omega 3 yang tidak ditemukan di dalam ayam.

 

.

 

Sumber: cheatsheet