Infeksi Jaringan Kuku (Paronikia)

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

268

Apa itu paronikia?
Paronikia atau yang lebih dikenal dengan cantengan adalah infeksi pada kulit di sekitar kuku jari tangan atau kuku jari kaki.
Paronikia atau cantengan biasanya bersifat akut, tetapi kasus kronis bisa terjadi. Pada paronikia akut, bakteri (biasanya staphylococcus aureus atau streptococci) masuk melalui robekan pada kulit diakibatkan dari bintil kuku, trauma pada lapisan kuku (lapisan pada kulit keras yang tumpang tindih disisi kuku), hilangnya kutikula, atau iritasi kronis (seperti dari air dan detergent). Paronikia lebih umum terjadi pada orang yang suka menggigit atau menghisap jari-jari mereka. Pada kaki, infeksi seringkali mulai pada jari kaki yang tumbuh ke dalam.
Paronikia terjadi sepanjang garis tepi kuku (samping dan dasar lapisan kuku). Dalam waktu beberapa jam sampai hari, orang dengan paronikia akan merasa sakit, panas, kemerahan, dan pembengkakan. Nanah biasanya terkumpul dibawah kulit sepanjang garis tepi kuku dan kadangkala di bawah kuku. Jarang, terutama pada orang yang memiliki diabetes atau gangguan lainnya yang menyebabkan minimnya sirkulasi, infeksi masuk kedalam jari tangan atau kaki dan bisa mengancam jari tangan atau, kasus ekstrim, tungkai dan lengan.

Apa penyebab dari paronikia?
Biasanya penyebabnya adalah bakteri stafilokokus atau jamur.

Apa saja gejala dari paronikia?
Kulit tampak merah dan membengkak, bisa disertai lepuhan-lepuhan yang berisi nanah (terutama jika penyebabnya adalah bakteri). Kuku memiliki ruang yang terbatas, karena itu infeksi cenderung menimbulkan nyeri.  Kuku bisa mengalami perubahan warna, bentuk atau terlepas dari bantalannya.

Apa pengobatan untuk paronikia?
Kompres hangat atau merendam kuku dalam air hangat, membantu meringankan nyeri dan pengeluaran nanah.  Perendaman dalam air hangat juga meningkatkan peredaran darah sehingga membantu melawan infeksi.
Kadang nanah harus dikeluarkan dengan membuat sayatan pisau bedah pada kantung nanah (abses). Jika terjadi penyebaran infeksi, diberikan antibiotik per-oral (melalui mulut), seperti clindamycin, amoxicillin clavulanate. Jika penyebabnya adalah jamur, setelah nanah dikeluarkan, diberikan krim anti-jamur yang mengandung ketokonazol, ciclopirox atau mikonazol dan direndam dalam air hangat. Jika infeksinya berat, diberikan obat anti-jamur per-oral.


Install Aplikasi Pakdok, Google Play Android Click Pakdok