Infeksi Torch Pada Ibu Hamil

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

152

Menjalani proses kehamilan yang sehat tentu adalah harapan setiap ibu. Cukup banyak hal-hal yang perlu ibu perhatikan selama kehamilan, mulai dari kontrol rutin ke dokter atau bidan hingga beberapa pemeriksaan darah yang perlu dilakukan untuk mendeteksi penyakit infeksi yang berpotensi menganggu pertumbuhan dan perkembangan janin selama di kandungan.

Salah satu infeksi dalam kehamilan yang patut diwaspadai adalah infeksi TORCH. TORCH sendiri merupakan kumpulan infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, virus Rubella, Citomegalovirus (CMV), Herpes Simpleks Virus (HSV) atau karena infeksi lainnya seperti HIV maupun sifilis. Jika ibu hamil terinfeksi salah satu atau lebih kuman dalam kelompok TORCH tersebut maka tidak menutup kemungkinan bahwa janin juga akan terinfeksi. Hal ini dikarenakan beberapa penyakit tersebut dapat menembus plasenta.

Infeksi TORCH yang tidak segera ditangani pada kehamilan, dapat mengakibatkan keguguran pada janin, bayi lahir meninggal, prematur atau bayi menderita cacat seperti menderita penyakit jantung bawaan, keterlambatan pertumbuhan, tuli, katarak, ataupun keterbelakangan mental.

Berikut penjelasan detail mengenai gejala infeksi TORCH pada ibu hamil :

  • Toksoplasmosis

Penyakit ini merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Toksoplasma gondii. Toksoplasmosis biasanya tanpa gejala pada ibu hamil, tetapi dapat menimbulkan dampak yang parah pada janin. Manusia dapat terinfeksi apabila mengkonsumsi daging yang dimasak kurang matang, buah/sayur yang tidak dicuci bersih, anak-anak yang suka bermain ditanah serta ibu yang gemar berkebun dimana tangannya tertempel parasit yang berasal dari tanah. Pada bayi baru lahir gejala bisa berupa pembesaran kelenjar getah bening, kejang, radang paru-paru, kebutaan, bahkan keterbelakangan mental.

  • Other Infection

Penyakit infeksi lain yang diketahui dapat membahayakan janin yaitu HIV, sifilis, Varicella-zoster, campak, hepatitis, dan lain-lain. Dalam praktiknya pemeriksaan terhadap infeksi ini disesuaikan dengan faktor risiko dan daerah tempat tinggal masing-masing.

  • Rubella

Rubella dikenal jugan dengan campak jerman. Virus ini dapat memberikan dampak berbahaya bagi bayi karena bersifat teratogenik, yaitu mampu mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Gejala penyakit rubella yang paling sering yaitu demam, ruam pada kulit, batuk, dan nyeri sendi. Virus rubella ditularkan melalui saluran pernapasan.

  • CMV (Citomegalovirus)

Ini merupakan jenis virus yang umumnya menginfeksi orang dewasa, namun jarang menyebabkan gangguan kesehatan serius. Akan tetapi jika seorang ibu hamil menderita infeksi citomegalovirus, virus tersebut dapat menular ke janin dan menyebabkan gangguan pada janin. Contoh kelainan yang dapat dialami oleh janin atau bayi baru lahir yaitu gangguan penglihatan, pendengaran hingga gangguan perkembangan otak.

  • Herpes Simpleks Virus (HSV)

Ini merupakan virus yang dapat menyebabkan herpes, baik oral maupun genital, pada orang dewasa. Bayi dapat tertular virus herpes dari ibunya selama proses persalinan, terutama jika ibunya menderita herpes genital. Infeksi virus herpes dapat merusak sistem saraf pusat pada bayi.

Infeksi TORCH pada ibu hamil dapat dicegah jika selama kehamilan ibu rajin kontrol ke dokter untuk pemeriksaan rutin, baik pemeriksaan fisik ibu, janin, maupun pemeriksaan laboratorium darah jika dicurigai mengalami suatu infeksi. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, ibu bisa mengurangi resiko kecacatan pada bayi baru lahir. (RH)

Daftar Pustaka

Alii R.A, MD. 2018. Available at https://webmd.com/children/what-is-torch-syndrome#1

Marino T, MD. 2018. Available at https://emedicine.medscape.com/article/235213-overview


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store