Infertilitas

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

315

Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil setelah sekurang-kurangnya satu tahun berhubungan seksual sedikitnya empat kali seminggu tanpa kontrasepsi. Adapula pengertian lain yaitu, infertilitas adalah pasangan suami istri yang telah menikah selama satu tahun dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi tetapi belum memiliki anak. Menurut dokter ahli reproduksi, sepasang suami istri dikatakan infertil jika tidak hamil setelah 12 bulan melakukan hubungan intim secara rutin (1-3 kali seminggu) dan  bebas kontrasepsi bila perempuan berumur kurang dari 34 tahun. Tidak hamil setelah enam bulan melakukan hubungan intim secara rutin dalam kurun 1-3 kali seminggu dan bebas kontrasepsi bila perempuan berumur lebih dari 35 tahun serta perempuan yang bisa hamil namun tidak sampai melahirkan sesuai masanya (37-42 minggu). Pada dasarnya infertilitas adalah ketidakmampuan secara biologis dari seorang laki-laki atau seorang perempuan untuk menghasilkan keturunan.

Jenis Infertilitas

Jenis infertilitas ada dua yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder

  • Infertilitas primer. Dikatakan infertilitas primer apabila istri belum pernah hamil walaupun melakukan hubungan seksual tanpa usaha kontrasepsi dan berada pada kepada kemungkinan kehamilan selama dua belas bulan.

Penyebab infertilitas primer banyak dialami oleh pasangan suami istri, penyebabnya dapat disebabkan oleh gaya hidup masing-masing yang kurang sehat. Seperti tidak tercukupinya asupan makanan yang menunjang produksi hormon reproduksi, tidak melakukan olahraga, stres berkepanjangan yang nantinya akan mempengaruhi  produksi hormon dan masalah waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual.

  • Infertilitas sekunder. Infertilitas sekunder adalah apabila istri pernah hamil, namun kemudian tidak terjadi kehamilan lagi walaupun melakukan hubungan seksual tanpa usaha kontrasepsi dan berada kepada kemungkinan kehamilan selama dua belas bulan.

Penyebab Infertilitas

Sebagian besar pasangan dengan infertilitas sekunder menemukan penyebab masalah kemandulan sekunder tersebut, dari kombinasi berbagai faktor meliputi:

  1. Usia

Faktor usia sangat berpengaruh pada kesuburan seorang wanita. Selama wanita tersebut masih dalam masa reproduksi yang berarti mengalami haid yang teratur, kemungkinan masih bisa hamil. Akan tetapi seiring dengan bertambahnya usia maka kemampuan indung telur untuk menghasilkan sel telur akan mengalami penurunan. Penelitian menunjukkan bahwa potensi wanita untuk hamil akan menurun setelah usia 25 tahun dan menurun drastis setelah usia diatas 38 tahun.

2. Masalah reproduksi.

Masalah pada sistem reproduksi dapat berkembang setelah kehamilan awal bahkan, kehamilan sebelumnya kadang-kadang menyebabkan masalah reproduksi yang benar-benar mengarah pada infertilitas sekunder, misalnya perempuan yang melahirkan dengan operasi caesar, dapat menyebabkan jaringan parut yang mengarah pada penyumbatan tuba. Masalah lain yang juga berperan dalam reproduksi yaitu ovulasi tidak teratur, gangguan pada kelenjar pituitary dan penyumbatan saluran sperma.

3. Faktor gaya hidup

Perubahan pada faktor gaya hidup juga dapat berdampak pada kemampuan setiap pasangan untuk dapat menghamili atau hamil lagi. Wanita dengan berat badan yang berlebihan sering mengalami gangguan ovulasi, karena kelebihan  berat badan dapat mempengaruhi estrogen dalam tubuh dan mengurangi kemampuan untuk hamil. Pria yang berolah raga secara berlebihan juga dapat meningkatkan suhu tubuh mereka, yang mempengaruhi perkembangan sperma. Selain itu, penggunaan celana dalam yang ketat juga mempengaruhi motilitas sperma.

Penyebab infertilitas dapat dibagi menjadi tiga kelompok: satu pertiga masalah terkait pada wanita, satu pertiga pada pria, dan satu pertiga disebabkan oleh faktor kombinasi.

Dapatkah Infertilitas Ditangani?

Infertilitas dapat ditangani, dengan cara:

  • Tindakan pembedahan bila penyebabnya adalah sumbatan saluran.
  • Memberikan suplemen vitamin.
  • Menghentikan obat-obatan yang diduga menyebabkan gangguan sperma
  • Menjalani teknik reproduksi bantuan. Termasuk dalam hal ini adalah inseminasi intrauterin dan program bayi tabung. Tindakan inseminasi dilakukan apabila ada masalah jumlah sperma yang sangat sedikit atau akibat masalah sistem pertahanan tubuh pada serviks. Pria dengan jumlah sperma hanya 5- 10 juta/cc dapat mencoba inseminasi buatan. Sedagkan bayi tabung umumya membutuhkan sperma hanya beberapa buah dapat dilakukan dengan teknologi terbaru dengan menyuntikkan langsung sel sperma ke dalam sel telur yang dikenal sebagai ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection).

Bila Anda mengalami keluhan infertilitas, sebaiknya Anda dan pasangan Anda bersama-sama melakukan konsultasi dan pemeriksaan pada dokter, agar mengetahui penyebab pasti masalah infertilitas yang Anda alami. Dengan demikian, Anda dan pasangan Anda pun dapat mendiskusikan penanganan terbaik bersama dokter untuk kondisi Anda. (NP/STE)

DAFTAR PUSTAKA

Daniel, 2008. Benarkah Infertilitas Disebabkan Gaya Hidup. Bandung : PT. Refika Aditama. Elizabeth, 2005. Panduan kesehatan Bagi Wanita. Jakarta


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store