Inhaler, Sahabat Penderita Asma

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

426

Asma merupakan sebuah penyakit kronis yang menyebabkan peradangan dan penyempitan pada saluran nafas sehingga menimbulkan gejala sesak nafas. Penyakit asma biasanya muncul karena adanya reaksi terhadap rangsangan yang dapat memicu terjadinya asma, diantaranya asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus atau bisa saja terpapar zat kimia.

Serangan sesak nafas pada asma sering mengancam jiwa. Oleh karena itu, dokter sering meresepkan inhaler yaitu obat pelega nafas yang dipakai dengan cara menghirup. Inhaler terdiri dari dua jenis, yaitu inhaler yang digunakan setiap hari dan inhaler yang digunakan saat kambuh. Inhaler yang digunakan setiap hari memiliki fungsi untuk mencegah terjadinya peradangan yang mungkin terjadi di sistem pernafasan, biasanya diberikan 2 kali dalam sehari. Sedangkan inhaler yang digunakan saat kambuh digunakan pada saat penderita mengalami serangan sesak nafas saja. Komposisi obat yang terkandung di dalam inhaler berfungsi untuk “membuka” saluran pernafasan atau menyebabkan dilatasi pada bronkus, sehingga udara dapat masuk ke saluran nafas dengan normal kembali.

Inhaler dianggap sebagai alat yang paling efektif bagi penderita asma selama cara penggunaannya benar dan tepat. Berikut langkah-langkah penggunaannya :

  1. Cuci tangan menggunakan air dan sabun
  2. Buka tutup inhaler dengan posisi mulut inhaler dibawah dan bagian kepala berada di
  3. Kocok terlebih dahulu wadah inhaler agar obat yang digunakan merata.
  4. Hembuskan nafas melalui mulut secara perlahan hingga tidak ada sisa cadangan nafas di paru.
  5. Letakkan bagian mulut inhaler pada mulut anda, kemudian tutup mulut anda dengan merapatkan bibir, ingat inhalernya jangan digigit.
  6. Tarik nafas panjang ketika anda menekan inhaler, agar obat yang terdapat di inhaler bisa masuk ke
  7. Tarik nafas secara perlahan – lahan agar obat yang masih tersisa dimulut dapat masuk ke
  8. Tahan nafas anda selama 10 detik, agar obat inhaler yang sudah masuk dalam paru-paru dapat memberikan efek terapi.
  9. Jika membutuhkan semprotan berikutnya, tunggu sampai 30 detik dan kocok kembali inhaler, ulangi langkah 4 sampai 8.
  10. Tutup kembali mulut inhaler dan simpan ditempat yang kering apabila sudah digunakan.
  11. Setelah selesai, berkumur-kumur dengan menggunakan air untuk membersihkan sisa obat yang ada dalam mulut.

Tentunya, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Oleh sebab itu, disarankan untuk pasien penderita asma lebih baik untuk waspada akan faktor pencetus asmanya (setiap orang dapat berbeda-beda) sehingga dapat menghindari serangan asma. Olahraga yang rutin seperti berenang dan jalan sehat dapat bermanfaat untuk memperkuat otot pernafasan sehingga frekuensi serangan asma dapat menurun. Dan ingat, jangan pernah lupa membawa inhaler di tas atau dikantong anda, agar jika terjadi sesak anda dapat cepat menggunakannya. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/CM)

Daftar Pustaka

  1. https://webkesehatan.com/info-asma/
  2. https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/asma/jenis-inhaler-asma/
  3. https://mipa-farmasi.com/2016/05/cara-menggunakan-inhaler-dengan-benar.html

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store