Ini Alasan Yang Bikin Anda Semangat Mengganti Nasi Putih Dengan Nasi Beras Merah, Patut Dicoba!

93

Makan bila tanpa nasi memang rasanya kurang nikmat, karena nasi adalah makanan pokok untuk orang Indonesia. Makan nasi putih memang nikmat namun bila Anda ingin menjadi lebih sehat tidak ada salahnya bila Anda mencoba konsumsi nasi merah.

Pada awal konsumsi mungkin akan terasa berbeda namun bila Anda tahu manfaatnya maka bisa jadi Anda akan tertarik untuk mengganti nasi putih dengan nasi merah.

 

Berikut Alasan Mengapa Anda Harus Konsumsi Nasi Merah:

  • Nutrisi

Secangkir nasi merah menyediakan 216 kalori, 5 gram protein, 1,8 gram lemak dan 44,8 gram karbohidrat, termasuk 3,5 gram serat makanan dari yang direkomendasikan 21-25 gram per hari untuk wanita dan 30-38 gram per hari. untuk pria. Mendapatkan banyak serat melalui makanan yang Anda konsumsi dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe-2, kolesterol tinggi, penyakit jantung dan masalah pencernaan seperti sembelit. Nasi merah yang berasal dari beras merah juga merupakan sumber magnesium, fosfor, seng, tiamin, niasin dan vitamin B-6 yang baik. Magnesium sangat penting untuk menjaga tekanan darah dan gula darah Anda pada tingkat yang sehat, fosfor membantu membentuk DNA dan tulang, zinc yang penting untuk fungsi kekebalan tubuh dan pembentukan protein. Anda membutuhkan tiamin, niasin dan vitamin B-6 untuk mengubah makanan yang Anda makan menjadi energi untuk tubuh Anda.

  • Manfaat Kesehatan

Beralih dari nasi putih ke nasi merah dapat menurunkan risiko diabetes Anda, Mengkonsumsi nasi merah dan bukan nasi putih dapat memperbaiki fungsi pembuluh darah Anda dan mengurangi lonjakan gula darah dan insulin setelah makan dan juga menjaga berat badan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “British Journal of Nutrition” pada tahun 2013. Mengontrol kadar gula darah dan menurunkan berat badan bermanfaat baik untuk mencegah dan mengelola diabetes.

Meski nasi merah merupakan makanan yang sehat namun perlu Anda ketahui bahwa berdasarkan ” Consumer Reports” pada tahun 2012. Beras merah cenderung memiliki kadar arsenik yang lebih tinggi dibanding beras putih karena kandungan arsenik terutama terletak di lapisan luar. Biasanya untuk beras putih akan hilang selama proses pemurnian, tidak dengan beras merah.  Risiko makanan yang mengandung arsenik berpotensi meningkatkan risiko kanker atau masalah kesehatan lainnya.

Belum dapat dipastikan bahwa kandungan arsenik dalam beras merah berbahaya atau tidak namun untuk membantu mengurangi arsenik dalam beras merah maka sebaiknya rendam beras semalaman terlebih dahulu. Keesokan paginya, cuci dan bilas bersih, kemudian tiriskan airnya hingga benar-benar kering kemudian menanaknya dengan rasio air dan beras.5:1.

 

Sumber: healthyeating.sfgate