Ini Dia 8 Jenis Laba-laba Paling Mematikan!

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

593

Siapa orang di dunia ini yang tidak pernah melihat laba-laba? (kecuali bayi tentu saja). Bahkan di dalam rumah yang paling bersih sekalipun Anda dapat menemukan laba-laba. Bagi Anda yang menderita arachnofobia, keadaan ini mungkin akan membuat Anda sangat menderita. Akan tetapi, apakah laba-laba merupakan makhluk yang sangat berbahaya?

Laba-laba biasanya tidak berbahaya. Sebagian besar orang yang bertemu dengan laba-laba lebih sering terluka karena ketakutannya sendiri akan laba-laba dibandingkan karena laba-laba itu sendiri.

Akan tetapi, di bawah ini Anda dapat melihat 8 jenis laba-laba yang cukup berbahaya yang perlu

Anda waspadai.

1. Brown Recluse Spider

Laba-laba jenis ini biasanya berburu di malam hari dan cenderung muncul di Amerika Serikat bagian Selatan dan Tengah. Laba-laba ini memiliki beberapa karakteristik unik seperti memiliki 6 mata (dan bukannya 8 mata seperti laba-laba lainnya).

Walaupun beberapa sumber menyebutkan bahwa laba-laba ini memiliki tanda yang berbentuk seperti biola di bagian atas kepalanya, akan tetapi tanda ini dapat menghilang seiring dengan berlalunya waktu. Laba-laba ini biasanya berwarna cokelat keemasan.

Sekitar 10% gigitan laba-laba ini menyebabkan kerusakan kulit sedang atau lebih parah dan menyebabkan terbentuknya jaringan ikat. Namun, sebagian besar orang yang digigit oleh laba-laba ini akan sembuh tanpa pengobatan medis. Intinya, gigitan laba-laba jenis ini jarang sekali berakibat fatal.

2. Black Widow Spider

Laba-lba ini biasanya berwarna gelap dan tampak mengkilap dengan tanda berbentuk jam pasir berwarna merah pada bagian bawah tubuhnya. Di Amerika Serikat, laba-laba betina lebih sering ditemukan daripada laba-laba jantan.

Black widow dapat ditemukan pada gudang, gubuk, dinding batu, perabotan rumah tangga, dan bangunan luar ruangan lainnya. Laba-laba ini membentuk sarangnya di antara benda dan ia biasanya akan menggigit orang yang menyentuh sarangnya tersebut.

Gigitan laba-laba ini dapat terasa sangat nyeri, walaupun ada beberapa kasus di mana seseorang sama sekali tidak menyadari dirinya telah digigit oleh laba-laba. Seringkali, rasa nyeri akan menjalar dari tempat gigitan ke bagian perut dan akhirnya ke punggung. Gejala lain yang dapat ditemukan adalah kram atau kekakuan otot perut, mual, sesak napas, peningkatan tekanan darah, dan demam.

3. Brown Widow Spider

Laba-laba beracun ini lebih sering ditemukan pada Amerika Serikat bagian selatan. Laba-laba ini biasanya berwarna cokelat gelap atau cokelat muda. Laba-laba ini juga memiliki tanda

berbentuk jam pasir pada bagian perutnya, yang biasanya berwarna oranye atau kadang-kadang kuning. Laba-laba ini biasanya juga memiliki bintik merah atau putih pada bagian tengah punggungnya. Racunnya dapat menyebabkan kaku otot menyeluruh, nyeri perut, mual, dan muntah.

4. Red Widow Spider

Laba-laba ini dapat ditemukan di Florida. Seperti semua jenis laba-laba widow lainnya, hanya

betinanya saja yang dianggap berbahaya. Laba-laba ini berukuran sekitar 1.2 cm dan memiliki warna merah-oranye pada kepala, punggung, dan kakinya.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Missouri, laba-laba ini sulit

ditemukan dan walaupun beracun, tetapi tampaknya tidak pernah ditemukan kasus gigitan pada manusia. Racunnya merupakan neurotoksin yang akan menyebabkan terjadinya kram otot dan kerusakan jaringan.

5. Funnel Web Spider

Laba-laba besar ini merupakan jenis laba-laba yang paling ditakuti di Australia bagian Selatan dan Timur. Telah ditemukan beberapa kasus kematian manusia di Sidney akibat gigitan laba-laba ini sejak tahun 1920an.

Antidot untuk racunnya terbukti efektif bila segera diberikan. Laba-laba ini cukup unik, di mana ia biasanya mengeluarkan benangnya secara horizontal, dengan corong yang menuju ke tempatnya bersarang (biasanya pada celah-celah bebatuan atau hutan lebat).

6. Redback Spider

Laba-laba ini berasal dari Australia, tetapi juga dapat ditemukan di Selandia Baru, Belgia, dan

Jepang berkat ekspor anggur. Laba-laba ini memiliki punggung yang berwarna hitam dengan garis merah atau bercak berbentuk jam pasir di bagian punggungnya (mirip dengan black widow).

Menurut Sydney’s Australian Museum, laba-laba ini jarang sekali meninggalkan sarangnya.

Orang yang digigitnya biasanya merupakan orang yang menyentuh sarangnya. Racunnya merupakan neurotoksin yang dapat menyebabkan nyeri, denyut jantung meningkat, dan pembesaran kelenjar getah bening.

Laporan kematian terakhir akibat gigitan laba-laba ini adalah pada tahun 1956, walaupun demikian, sekitar 250 orang datang ke rumah sakit di Australia setiap tahunnya karena digigit oleh laba-laba ini.

7. Brazillian Wandering Spider

Menurut Guinness World Records, laba-laba yang sangat agresif ini merupakan laba-laba paling beracun di seluruh dunia. Laba-laba ini paling sering ditemukan di Brazil. Racunnya akan mempengaruhi sistem saraf dan jantung.

Laba-laba ini biasanya berwarna gelap dan dapat berukuran hingga 18 cm. Laba-laba ini sering masuk ke dalam rumah dan bersembunyi di dalam pakaian atau sepatu. Saat merasa terancam, laba-laba ini dapat menjadi sangat agresif dan dapat menggigit lebih dari sekali. Kematian paling sering terjadi bila yang digigit adalah seorang anak kecil. Saat ini telah tersedia anti racunnya.

8. Wolf Spider

Laba-laba ini memiliki banyak sekali spesies, beberapa di antaranya bahkan sangat besar.

Disebut wolf karena laba-laba ini memiliki kebiasaan untuk mengejar dan menyerang mangsanya seperti seekor serigala.

Laba-laba ini biasanya berburu di malam hari. Sebagian besar jenisnya berwarna cokelat gelap dengan badan yang berbulu panjang dan lebat. Mereka cenderung membentuk sarangnya di atas tanah.

Gigitannya dapat menyebabkan seseorang menjadi mual, pusing, dan meningkatkan denyut jantung, terutama pada orang yang alergi terhadap laba-laba.

Jika Anda menduga bahwa Anda telah digigit oleh seekor laba-laba, jangan biarkan laba-laba tersebut kabur. Hal ini dikarenakan dokter hanya dapat mengobati Anda bila mereka mengetahui jenis laba-laba yang telah menggigit Anda.

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan untuk membersihkan area gigitan dengan sabun dan air bersih, kemudian kompres dingin area tersebut untuk mengurangi pembengkakan. Letakkan bagian tubuh yang tergigit pada posisi yang lebih tinggi, bila memungkinkan dan jangan mencoba untuk menyingkirkan racunnya. Segera cari pertolongan medis.

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah karena laba-laba dapat terinfeksi oleh spora tetanus, dianjurkan agar Anda menerima vaksin tetanus sekarang.