Ini Mitos dan Fakta Penularan Virus HIV/AIDS

92

Penyakit HIV-AIDS seringkali menjadi penyakit yang sangat menyeramkan bagi semua orang. Hal inilah yang membuat banyak orang merasa takut untuk berhubungan secara langsung dengan para penderita HIV-AIDS. Rasa takut yang berlebihan terkadang memunculkan banyak mitos menyesatkan.

 

Padahal tidak semua mitos semua benar, mitos apa sajakah itu? Ayo disimak ulasan dibawah ini:

HIV-AIDS memang dapat menular dengan berbagai cara, namun Agar informasi yang beredar tentang HIV/AIDS tidak menyesatkan dan tidak memunculkan prasangka serta stigma buruk terhadap ODHA (orang dengan HIV/AIDS), kenali mitos dan fakta seputar virus dan penyakit mematikan berikut ini:

  • HIV/AIDS Bisa Disembuhkan Lewat Pengobatan Alternatif

Fakta: Tak sedikit orang mengklaim mampu menyembuhkannya secara alternatif, sehingga membuat orang banyak percaya untuk menggunakan pengobatan alternatif. Namun kenyataannya sampai sekarang ini belum ditemukan obat untuk mengalahkan HIV/AIDS.

  • Usia di atas 50 Tidak akan Tertular HIV/AIDS

Fakta: Tidak benar, ada banyak kasus HIV/AIDS yang ditemukan pada usia di atas itu. Virus ini bisa menyerang segala usia.

  • Pasangan yang sama-sama kena HIV/AIDS, tak perlu pakai ‘pengaman’

Fakta: Tidak benar. Para ahli menilai justru bila mereka tidak menggunakan kondom, bisa menyebabkan kondisi penyakit semakin parah dan proses pengobatan menjadi lebih sulit.

  • HIV/AIDS hanya bisa menularkan kaum gay dan pengguna narkoba

Fakta: HIV/AIDS dapat menginfeksi siapa saja. Bahkan, bayi, wanita, manula di atas 50 tahun, remaja, kulit hitam, putih dan hispanik. Orang-orang yang memiliki perilaku berisiko HIV/AIDS tetap dapat terinfeksi.

  • HIV/AIDS tidak bisa tertular lewat seks oral

Fakta: Sekali lagi, ini tidak benar dan ini mitos yang sangat berbahaya. Kondom harus tetap digunakan setiap kali melakukan hubungan seksual, anal, dan oral.

Setelah Anda mengetahui tentang mitos diatas, jangan mudah percaya mitos-mitos yang berkembang. Jauh lebih baik tanyakan kepada dokter dan tenaga medis lain yang jauh lebih mengerti tentang hal ini.

Sumber: About