Ini Pertolongan Pertama Pada Penderita ASMA

122

Penyakit asma berasal dari kata “Asthma” yang diambil dari bahasa Yunani yang berarti “sukar bernapas.” Penyakit asma dikenal karena adanya gejala sesak napas, batuk dan “mengi” yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas.

Jadi Asma adalah :

1. Penyakit paru-paru kronis yang menyebabkan penderita sulit bernapas. Hal ini disebabkan karena pengencangan dari otot sekitar saluran pernafasan, peradangan, rasa nyeri, pembengkakan, dan iritasi pada saluran nafas di paru-paru.

2. Penyakit yang disebabkan oleh peningkatan respon dari trachea dan bronkus terhadap bermacam – macam stimuli yang ditandai dengan penyempitan bronkus atau bronkhiolus dan sekresi yang berlebih – lebihan dari kelenjar – kelenjar di mukosa bronchus.

3. Penyakit paru-paru kronis yang menyebabkan penderita sulit bernapas. Hal ini disebabkan karena pengencangan dari otot sekitar saluran pernafasan, peradangan, rasa nyeri, pembengkakan, dan iritasi pada saluran nafas di paru-paru.

Dengan kata lain Asma adalah suatu keadaan di mana terjadi penyempitan pada aliran nafas akibat dari rangsangan tertentu (pemicu) sehingga menyebabkan peradangan dan menyebabkan sulitnya bernafas dan berbunyi “ngik-ngik” setiap bernafas.

Asma dapat disebabkan oleh alergi dan tekanan psikis.

Tanda-tandanya dapat diawali dengan batuk cepat tanpa jeda, leher kaku dan menegang, terlihat sulit bernapas dengan periode menghembuskan napas yang panjang. Terkadang disertai bunyi “mengi” saat mengeluarkan napas, cemas, kulit wajah pucat dan membiru serta keringat dingin. Jika dibiarkan bisa menyebabkan pingsan.

Asma membutuhkan penanganan segera sebab dapat berbahaya.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Tenangkan penderita, Bantu penderita untuk duduk dan istirahat. Jangan memaksa penderita untuk tidur terlentang karena penderita lebih nyaman dalam keadaan duduk.

2. Gunakan oksigen 4-6 liter permenit, jika tersedia.

3. Bantu penderita mengambilkan atau mencarikan obat. dan biarkan penderita menggunakan obat inhalernya sendiri. (Obat yang biasa dipakai untuk pengobatan asma adalah golongan agonis B2 (contohnya :Salbutamol 5 mg) inhalasi nebulasi pemberian dapat diulang setiap 20 menit. Aminophilin dan kortikosteroid).

4. Sebisa mungkin hindari penderita dari sumber alergi.

5. Jangan banyak bertanya pada penderita, karena biasanya ia sulit berbicara.

6. Jika merupakan serangan pertama atau terlihat berkepanjangan atau penderita tidak sadarkan diri, segera bawa layanan medis terdekat.

Faktor-faktor yang perlu di perhatikan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya serangan Asma :

1. Kenali pemicu asma dan hindari sebisa mungkin.

2. Jika anda perokok, Mulailah untuk berhenti merokok.

3. Istirahat yang cukup.

4. Jangan minum obat batuk untuk asma, obat batuk tidak membantu asma dan bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan.

5. Aspirin dan ibuprofen pada beberapa penderita asma menyebabkan asma menjadi lebih parah. sebaiknya konsultasikan dengan dokter.