Jangan Sembarangan Memilih Obat Batuk

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi, Tanpa Antri

363

Batuk di tengah malam bisa saja membuat penderita tidak bisa tidur. Hal ini memicu pasien melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi) untuk meringankan batuk yang dialami. Swamedikasi tentunya kadang tidak optimal karena pasien tidak mengerti komposisi obat batuk yang tepat dan cocok untuk mengatasi gejala batuk yang terjadi. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kita cermati dalam memilih obat batuk:

  1. Tanyakan kepada dokter atau apoteker

Anda dapat menanyakan pemilihan obat batuk OTC (Over The Counter) kepada dokter atau apoteker. Obat yang dijual bebas sebenarnya cukup aman karena sudah melewati pemeriksaan dari BPOM, namun biila dalam dua hari penggunaan obat batuk bebas tak kunjung meredakan batuk, maka diperlukan evaluasi dokter.

  1. Bedakan jenis batuknya
  2. Batuk kering (Batuk tidak produktif/tidak ada lendir/dahak)

Batuk kering adalah batuk yang tidak menghasilkan dahak (sputum). Batuk tidak produktif sering membuat tenggorokan terasa gatal sehingga menyebabkan suara serak atau hilang. Batuk ini sering dipicu oleh kemasukan partikel makanan, bahan iritasi, asap rokok (baik oleh perokok aktif maupun pasif), dan perubahan temperatur.

  1. Batuk berdahak (Batuk produktif/ada lendir atau dahak)

Batuk yang menghasilkan dahak atau lendir (sputum) dan memiliki ciri khas dada terasa penuh dan berbunyi. umumnya saat mengalami batuk ini, penderita kesulitan bernapas dan disertai pengeluaran dahak.

  1. Kenali berbagai jenis obat batuk
  • Ekspektoran adalah jenis obat untuk jenis batuk berdahak. Fungsinya mengencerkan dahak dan mempermudah pengeluaran dahak, contohnya: Guaifenesin, Gliseril guaiakolat.
  • Antitusiveadalah jenis obat batuk yang dapat diberikan pada batuk kering, contohnya: Dekstrometrofan, Kodein
  • Mukolitik adalah jenis obat batuk yang melarutkan dan mengencerkan dahak yg kental sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui batuk dan sering digunakan pada penderita yang mengalami infeksi pernapasan. Contohobat mukolitik adalah Ambroksol, Asetilsistein, Bromheksin, Erdostein, Karbosistein.
  1. Jangan gunakan obat batuk lebih dari 7 hari

Obat batuk hanya dapat memperbaiki gejala, bukan penyebab yang sebenarnya. Jika menderita batuk lebih lama dari 7 hari, maka ada kemungkinan Anda mengalami penyakit yang memerlukan penanganan lebih serius. Beberapa penyebab batuk yang perlu diwaspadai adalah tuberkulosis, asma, atau bronkitis kronik.

  1. Gunakan dosis yang tepat

Walalupun berbagai obat batuk dijual dengan bebas, namun jangan menggunakan obat batuk dengan dosis yang tidak tepat. Obat yang tergolong aman dan dijual bebas tetap memiliki potensi berbahaya jika digunakan melebihi dosis yang disarankan.

  1. Pilih obat batuk yang mempunyai efek samping paling kecil, untuk mengurangi efek samping yang tidak diharapkan bila digunakan dalam jangka panjang
  2. Cermati tanggal kadaluarsa (expired date) yang tertera pada kemasan obat batuk. Lihat sampai kapan obat batuk itu akan efektif untuk dikonsumsi
  3. Pilih obat batuk yang sudah ter-registrasi dari BPOM.

Ingat, pemilihan obat batuk yang tepat akan mempercepat proses penyembuhan batuk yang di alami. Salam sehat Pakdok! (LM/CM)

Referensi

  1. Batuk -Pilih obat Ekspektoran, Mukolitika, atau Antitusif? – SwipeRx. (2018). SwipeRx. from https://swiperxapp.com/batuk-pilih-obat-ekspektoran-mukolitika-atau-antitusif/
  2. De Blasio, F., Virchow, J., Polverino, M., Zanasi, A., Behrakis, P., & Kilinç, G. et al. (2011). Cough management: a practical approach. Cough, 7(1), 7. https://dx.doi.org/10.1186/1745-9974-7-7
  3. Morice AH, McGarvey L, Pavord I, British Thoracic Society Cough Guideline Group. Recommendations for the management of cough in adults.  2006 Sep;61 Suppl 1:i1-24full-text
  4. Woo, T. (2008). Pharmacology of Cough and Cold Medicines. Journal Of Pediatric Health Care, 22(2), 73-79. https://dx.doi.org/10.1016/j.pedhc.2007.12.007

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store