Jangan Sepelekan Cegukan

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

315

Kejadian cegukan mungkin sering Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kadang-kadang terjadi pada diri Anda sendiri atau orang lain sehabis makan sesuatu yang pedas, kaget, atau terkadang sehabis makan. Banyak orang menganggap cegukan ini hanya suatu reaksi tubuh yang wajar dan tidak berbahaya sama sekali. Akan tetapi, tahukah Anda bila cegukan sering sekali terjadi bahkan berlangsung hingga lebih dari sehari hari maka ada kemungkinan cegukan tersebut merupakan tanda dari suatu gangguan di dalam tubuh. Nah, untuk mengenali gejala cegukan yang tidak biasa itu dan cara mengatasinya, mari kita simak artikel berikut ini.

Cegukan atau singultus adalah keluarnya suara khas seperti ‘hik’ akibat menutupnya pita suara secara tiba-tiba yang dipicu oleh konstraksi pada diafragma. Diafragma adalah membran otot pemisah rongga dada dan perut yang memiliki peran penting di dalam sistem pernapasan.

Cegukan dapat terjadi kapan saja, pada usia berapa saja (bahkan bayi dan anak), dan umumnya tanpa disertai tanda yang mendahului kejadian cegukan. Pada umumnya akan berhenti dengan sendirinya dalam beberapa menit atau saat anak tidur, namun ada juga yang dapat bertahan lama (tidak berhenti spontan). Cegukan yang umumnya berhenti sendiri adalah cegukan yang disebabkan oleh pelebaran lambung secara cepat seperti makan terlalu banyak atau terlalu cepat, atau terlalu pedas, minum minuman bersoda atau alkohol, terlalu senang atau stress, menelan udara terlalu banyak, merokok, atau karena adanya perubahan suhu dari makanan yang ditelan (baik panas ataupun dingin).

Cegukan yang berlangsung lebih dari sehari harus diwaspadai. Sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan ada/tidaknya kelainan yang lebih serius. Cegukan yang berlangsung terlalu lama akan menyebabkan gangguan pada aktivitas makan, tidur, bahkan bernapas. Hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya cegukan yang berlangsung lama antara lain adanya gangguan saraf diafragma, radang paru, kelainan di otak seperti tumor, penyakit ginjal, atau gangguan keseimbangan elektrolit. Singkatnya, adanya iritan baik fisik, kimiawi, inflamasi (peradangan), ataupun keganasan/tumor akan mempengaruhi lengkung refleks yang pada akhirnya dapat menyebabkan cegukan.

Apabila cegukan bukan disebabkan oleh kondisi yang mendasari atau reaksi obat-obatan, maka cegukan tersebut biasanya akan reda dengan sendirinya tanpa perlu mendapatkan penanganan medis. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu menghentikan cegukan lebih cepat, di antaranya:

  • Membungkuk ke arah depan sehingga dada Anda terasa seperti tertekan.
  • Tarik kedua lutut hingga menyentuh dada.
  • Bernapas di dalam kantong yang terbuat dari kertas.
  • Mengecap cuka.
  • Menelan gula pasir.
  • Menggigit lemon.
  • Menahan napas dalam waktu yang relatif singkat.
  • Minum air dingin secara perlahan-lahan.

Nah, bila cegukan Anda tidak juga berhenti hingga satu hari dan Anda telah melakukan tips di atas maka segeralah berkonsultasi ke dokter supaya dapat diketahui apakah ada gangguan yang serius pada tubuh Anda. (BR/CM)

DAFTAR PUSTAKA

  • Mayo Clinic (2017). Diseases & Conditions. Hiccups.
  • Kadim M. Cegukan pada Bayi dan Anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) [internet]. 2013 [cited 2017 Apr 7]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/cegukan-pada-bayi-dan-anak

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store