Jangan Sepelekan Kaku Pada Bahu

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

213

Keluhan rasa pegal pada bahu merupakan gejala yang sering dikeluhkan sebagian besar orang, biasanya setelah melakukan aktivitas fisik yang intens. Keluhan pegal ini umumnya disertai dengan rasa kaku dan nyeri saat menggerakan bahu dan lengan.

Pada umumnya rasa kaku dan nyeri pada bahu dapat hilang dengan sendiri atau dengan sedikit pemijatan ringan di rumah. Akan tetapi, sebagian orang mengeluhkan kaku pada bahu yang berkepanjangan mulai dari hitungan minggu hingga bulan, sehingga hal ini sangat menganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat mengarah ke penyakit yang disebut Frozen Shoulder Syndrome (Sindroma Bahu Kaku).

Frozen shoulder dikenal juga dengan sebutan adhesive capsulitis. Istilah ini secara umum digunakan untuk menggambarkan bahu yang terasa kaku dan nyeri. Kondisi ini ditandai dengan proses bertahap terjadinya keterbatasan pergerakan bahu secara aktif maupun pasif. Padahal, di sisi lain, tidak ditemukan adanya gangguan pada pemeriksaan radiologi selain masalah osteopenia (kondisi tulang yang menurun kepadatannya tetapi belum menjadi kondisi osteoporosis). Ada beberapa hal yang diduga dapat menjadi pemicu, yaitu:

  1. Idiopatik (kondisi penyakit yang penyebabnya tidak diketahui).
  2. Trauma, misalnya karena pembedahan pada bahu, robekan tendon, atau patah tulang lengan atas.
  3. Imobilisasi, misalnya akibat bekas operasi lama seperti bedah toraks dan kardiovaskular, atau bedah saraf.
  4. Penyakit metabolik/endokrin, misalnya karena kencing manis, penyakit autoimun, dan penyakit kelenjar tiroid.
  5. Masalah saraf, misalnya karena stroke atau Parkinson’s Disease.
  6. Masalah jantung, seperti hipertensi atau iskemia jantung.
  7. Obat-obatan, misalnya konsumsi protease inhibitor, anti-retrovirus, imunisasi, atau florokuinolon.
  8. Penyebab lain, misalnya kolesterol tinggi atau keganasan sel.

Ada beberapa gejala yang muncul pada frozen shoulder, seperti:

  1. Nyeri bahu, umumnya terjadi saat bahu harus melakukan pergerakan dan pada masa awal penyakit muncul.
  2. Nyeri pada malam hari yang dapat mengganggu kualitas tidur dan menyulitkan berbaring pada sisi yang sakit.
  3. Keterbatasan pergerakan bahu.

Secara umum gejala yang muncul pada frozen shoulder akan mereda seiring berjalannya waktu. Meski demikian, dibutuhkan jangka waktu yang cukup panjang (hingga 3 tahun). Tidak ada langkah khusus yang bisa mencegah terjadinya frozen shoulder karena pemicunya yang juga sangat beragam dan tidak bisa diprediksi. Menjaga kekuatan dan kelenturan otot seputar bahu dengan latihan serta peregangan yang tepat akan membantu kondisi kekuatan sendi bahu Anda.

Nah, bila Anda mulai merasakan sendi bahu yang kaku dan nyeri saat digerakkan, maka jangan disepelekan. Segeralah berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadi lebih parah. (BR)

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, I., 2005; frozen Shoulder (BahuBeku); Diakses tanggal 15/07/2018, dari http://www.indonesiamedia.com/indexx 1003.htm/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store