JUNK FOOD: MAKANAN BERESIKO SERANGAN JANTUNG

14

Apa itu Junk Food?

Junk food adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan makanan dan minuman yang rendah nutrisi tetapi tinggi kalori. Makanan ini mengandung kadar tinggi gula, tepung putih, lemak trans dan lemak jenuh, garam, dan banyak bahan tambahan makanan seperti monosodium glutamat dan tartrazine; tetapi mengandung sedikit protein, vitamin, mineral esensial, serat, dan nutrisi lain yang dibutuhkan oleh tubuh.

Junk Food dan Lemak Trans

Ada dua jenis lemak trans yang ditemukan dalam makanan: lemak trans alami dan buatan. Lemak trans alami diproduksi oleh beberapa hewan sehingga beberapa produk susu dan daging mungkin mengandung sedikit lemak ini. Lemak trans buatan (atau asam lemak trans) dibuat dalam proses industri yang menambahkan hidrogen ke minyak sayur cair untuk membuatnya lebih padat. Lemak trans yang terdapat pada junk food merupakan lemak trans buatan.

Lemak trans mudah digunakan, murah untuk diproduksi, dan tahan lama. Lemak trans memberi makanan rasa dan tekstur yang diinginkan. Karena keuntungan itulah maka banyak restoran dan gerai makanan cepat saji menggunakan lemak trans untuk menggoreng makanan. Selain itu, minyak dengan lemak trans dapat digunakan berkali-kali dalam penggorengan komersil.

Bahaya Lemak Trans

Lemak trans meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL – low density lipoprotein) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL – high density lipoprotein) dalam darah. Makan makanan yang mengandung lemak trans meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Selain itu, lemak trans juga dikaitkan dengan risiko terkena diabetes tipe 2.

Kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dapat menyebabkan penrmpukan di dinding pembuluh darah arteri, dan membuatnya menjadi keras dan sempit. Penyempitan ini diperberat oleh rendahnya kadar kolesterol baik (HDL) yang berfungsi untuk mengambil kelebihan kolesterol dan membawanya kembali ke hati. Jika timbunan lemak dalam pembuluh darah arteri tersebut robek atau pecah, maka akan terjadi pembentukan gumpalan darah dan memblokir aliran darah ke bagian jantung yang menyebabkan serangan jantung, atau ke bagian otak yang menyebabkan stroke.

Mengatur konsumsi lemak trans dan lemak jenuh

Menurunkan tingkat kolesterol jahat (LDL) dalam darah dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi lemak trans dan lemak jenuh menjadi 5-6% dari total kalori. Berikut rekomendasi American Heart Association (AHA):

  • Pola diet yang mengandung buah-buahan, sayuran, biji-bijian, produk susu rendah lemak, unggas, ikan, dan kacang-kacangan. Batasi juga daging merah dan makana/minuman manis.
  • Lebih baik memilih makanan olahan yang dibuat dengan minyak yang tidak terhidrogenasi, daripada minyak sayur yang terhidrogenasi atau lemak jenuh (dapat dilihat pada label produk)
  • Penggunaan margarin lunak dalam bentuk cair atau tub lebih baik dibandingkan margarin dalam bentuk keras. Pada label produk (Nutrition Facts) tertulis “0 g lemak trans” dan tidak ada minyak terhidrogenasi dalam daftar bahan.
  • Donat, kukis, biskuit, muffin, pai, dan kue adalah contoh makanan yang mungkin mengandung lemak trans. Batasi konsumsi makanan tersebut.
  • Terutama batasi konsumsi makanan cepat saji (fast food), karena makanan tersebut mengandung tinggi lemak trans. (BEL)

Sumber:

  1. Ashakiran & Deepthi, R. 2012. Fast Food and Their Impact on Health. Journal of Krishna Institute of Medical Science University, 1(2), 7-15. Available at: https://pdfs.semanticscholar.org/2a28/a1e7fe1ca712d0e9aab7f037ecfe047dd928.pdf
  2. American Heart Association. 2015. Trans Fat. Available at: https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/fats/trans-fat
  3. Mayo Clinic Staff. 2017. Trans Fat is Double Trouble for Your Heart Health. Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/trans-fat/art-20046114