Kaitan Depresi dengan Gagal Jantung

125

Sebuah studi terbaru mengatakan depresi dapat meningkatkan terjadinya gagal jantung.
Para ahli melakukan penelitian terhadap 63.000 orang di Norwegia yang menjalani pemeriksaan fisik dan mental. Penelitian ini berlangsung selama 11 tahun dan sebanyak 1.500 partisipan ternyata mengidap gagal jantung. Kemudian dilakukan perbandingan tingkat depresi, orang-orang yang tidak memiliki gejala depresi atau mengalami depresi ringan hanya 5% yang mengalami gejala-gejala gagal jantung, sedangkan sebanyak 40% orang dengan tanda-tanda depresi sedang dan berat juga mengalami gagal jantung.
Hasil studi ini telah dipresentasikan pada pertemuan ahli jantung di the European Society of Cardiology in Stavanger yang berlangsung di Norwegia.

Gejala-gejala depresi dapat meningkatkan resiko terkena gagal jantung, dan semakin berat gejala depresi yang dialami, semakin tinggi resiko terkena gagal jantung. Hal ini dikarenakan orang-orang dengan depresi mempunyai gaya hidup yang tidak sehat sehingga semakin meningkatkan faktor resiko dari penyakit jantung seperi obesitas dan merokok.

Pada orang dengan gagal jantung, jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Studi ini memang tidak dapat membuktikan bagaimana depresi dapat berkembang menjadi gagal jantung, mereka hanya membuktikan bahwa kedua kondisi ini saling terkait.

Depresi akan merangsang munculnya hormon stress. Jika Anda stress Anda akan merasakan nadi Anda meningkat, nafas semakin cepat dan akan mempercepat keluarnya hormon stress. Hormon stress ini akan menyebabkan munculnya inflamasi dan mempercepat terbentuknya plak di dinding pembuluh darah. Hal-hal tersebut dapat mempercepat timbulnya penyakit jantung. Ditambah lagi orang-orang dengan depresi akan lebih sulit mengikuti obat-obatan dan perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kesehatan Anda.

Sebenarnya depresi dapat diobati dengan mudah jika ditangani sejak dini dan tidak memerlukan obat-obatan. Cukup berkonsultasi dengan dokter ahli saja.