Kandungan MSG Yang Bikin Mie Instan Jadi Makin Enak, Tapi Ini Efek Bahaya Yang Bisa Anda Dapatkan

262

Monosodium glutamat, lebih dikenal dengan “MSG,” adalah zat aditif yang meningkatkan rasa makanan. Ini biasa ditemukan pada daging olahan, sup kaleng dan banyak makanan kemasan lainnya, termasuk mie instan.

Kandungan ini memang membuat makanan menjadi lebih enak salah satunya adalah mie instan dan sepertinya hampir semua orang menyukai dan mungkin termasuk Anda. Bila Anda suka mengonsumsinya mungkin Anda bertanya apakah bahan ini berbahaya untuk Anda? Silahkan simak ulasan di bawah ini.

Gejala Yang Dilaporkan

FDA menggunakan Federation of American Societies for Experimental Biology untuk membantu menentukan keamanan MSG pada tahun 1990an, setelah melaporkan gejala buruk yang dilaporkan dari konsumen. FASEB mengidentifikasi efek samping negatif jangka pendek seperti sakit kepala, mati rasa, kemerahan, kesemutan, jantung berdebar-debar dan kantuk pada individu sensitif yang mengonsumsi 3 gram MSG. FASEB melaporkan bahwa pemberian MSG dalam makanan biasanya adalah 0,5 gram dan menyimpulkan bahwa MSG dalam batas aman, menurut FDA.

Potensi Beracun

Meskipun ada lampu hijau dari FDA, MSG tampaknya menunjukkan kapasitas beracun, menurut sebuah eksperimen hewan yang diterbitkan dalam terbitan International Journal of Clinical and Experimental Medicine. Periset menemukan bahwa MSG memiliki kemampuan untuk menyebabkan apa yang dikenal sebagai excitotoxicity, yang mengacu pada kemampuan glutamat untuk menyebabkan kematian sel otak.. Periset mencatat bahwa MSG yang mendidih tidak mengubah toksisitasnya.

Menghindari Monosodium Glutamat

Ada kemungkinan bahan makanan atau zat aditif menyebabkan gejala pada individu yang sensitif. Jika Anda yakin Anda peka terhadap MSG, hindarilah sebanyak mungkin. Periksa daftar bahan pada label makanan mengenai kandungan MSG dan tanyakan di restoran tempat Anda sebelum memesan makanan. FDA mengharuskan produsen untuk mencantumkan MSG di barang produksinya.

Poin yang Perlu Dipertimbangkan

MSG ditambahkan ke banyak makanan sehingga hampir tidak mungkin untuk menghindarinya sepenuhnya, namun mengurangi makanan kemasan dan olahan adalah cara yang baik untuk membantu mengurangi asupan MSG Anda. Selain itu, sebuah studi yang dilakukan oleh ” International Journal of Clinical and Experimental Medicine” melaporkan bahwa vitamin C memberikan perlindungan yang signifikan terhadap efek samping MSG. Temuan ini menunjukkan bahwa Anda mungkin lebih sensitif terhadap MSG jika asupan vitamin C Anda rendah.

Sumber: healthyeating.sfgate