KANKER KANDUNG KEMIH

74

Saluran kencing, mulai dari ginjal hingga urethra, merupakan organ penting untuk manusia. Hal ini terkait dengan fungsinya untuk menyaring darah dan membuang racun sisa metabolisme dalam tubuh dalam bentuk air kencing atau urine. Bila terjadi gangguan, maka organ ini tidak dapat berfungsi dengan baik dan racun sisa metabolisme akan tertimbun di dalam tubuh. Akibatnya? Tubuh menjadi penuh dengan racun yang dapat mengancam jiwa.

Salah satu penyakit yang dapat terjadi pada sistem organ pembuangan kemih ini adalah kanker kandung kemih. Kanker kandung kemih (buli-buli) merupakan tumor ganas yang ditemukan di dalam kandung kemih. Kanker kandung kemih ini merupakan keganasan saluran kemih yang paling sering terjadi setelah kanker prostat.

Faktor Risiko

Faktor yang meningkatkan resiko terjadinya kanker kandung kemih antara lain:

  • Merokok
  • Usia lebih dari 40 tahun
  • Sering terkena bahan kimia seperti arsenik, bahan kimia di rumah pewarna, karet, tekstil, kulit, cat
  • Pernah menggunakan obat-obatan untuk pengobatan kanker sebelumnya
  • Mengalami infeksi kandung kemih kronis
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami kanker kandung kemih

Gejala Klinis

Gejala klinis yang dapat ditemukan antara lain:

  • Hematuri atau kencing bercampur darah, kira-kira terjadi pada 80% -90% pasien
  • Gejala iritasi kandung kemih (merasa panas saat kencing)
  • Nyeri tulang atau nyeri panggul
  • Pembengkakan pada tungkai
  • Teraba masa pada bagian bawah perut atau adanya pembesaran perut
  • Penurunan berat badan

Diagnosis

Bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami keluhan di atas, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri pada dokter. Semakin cepat kanker buli diketahui, semakin baik pula hasil pengobatannya. Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan oleh dokter untuk menegakkan diagnosis kanker buli antara lain:

  • Tes urine. Urine pasien akan diperiksa agar diketahui kondisi kesehatannya.
  • Pencitraan. Pemeriksaan foto Rontgen saluran kemih dengan zat kontras (BNO-IVP), atau CT scan saluran kemih (urografi) dapat dilakukan untuk melihat gambaran kandung kemih.
  • Sistoskopi. Merupakan modalitas utama untuk diagnostik kanker kandung kemih. Prosedur ini memasukkan selang kecil yang dilengkapi kamera untuk melihat kondisi di dalam kandung kemih.
  • Biopsi. Dokter akan mengambil sampel jaringan dari kandung kemih untuk dilihat apakah ada perubahan sel menjadi kanker.
  • Tes fungsi ginjal dan hati

Pengobatan

TURBT (Transurethral resection of bladder tumor). Merupakan suatu tindakan operasi untuk kanker kandung kemih stadium awal. Sistektomi. Merupakan tindakan operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh kandung kemih. Kemoterapi Neoadjuvant. Regimen kemoterapi untuk kanker kandung kemih metastatik meliputi: methotrexate, vinblastine, doxorubicin (Adriamycin), dan cisplatin (MVAC). Radioterapi. Radiasi diberikan sebelum operasi selama 3-4 minggu. Terapi ini direkomedasikan unuk kanker kandung kemih stadium awal.

Pencegahan

  • Lakukan pola hidup sehat dan olahraga teratur.
  • Hindari Merokok
  • Banyak mengonsumsi buah dan sayur.
  • Hindari paparan kimia. (PP/STE)

Referensi:

  1. Steinberg G. 2019. Bladder Cancer. Medscape.
  2. American Cancer Society. About Bladder Cancer. https://www.cancer.org/content/dam/CRC/PDF/Public/8557.00.pdf. Accessed March 16th, 2019.