Kapan Seorang Wanita Harus Melakukan Pemeriksaan Pap Smear?

236

Pemeriksaan Pap smear merupakan pemeriksaan paling efektif untuk mendeteksi adanya kanker leher rahim (serviks). Melakukan pemeriksaan Pap smear secara teratur dapat membantu dokter Anda menemukan dan mengatasi sel-sel leher rahim abnormal sebelum sel-sel ini berubah menjadi kanker.

Pernah menerima vaksinasi HPV bukan berarti Anda tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan Pap smear. Hal ini dikarenakan vaksin HPV yang ada saat ini tidak dapat melindungi Anda dari semua jenis HPV. Seorang wanita yang telah menerima vaksin HPV harus melakukan pemeriksaan Pap smear dengan waktu yang sama seperti seorang wanita yang tidak pernah menerima vaksin HPV.

Seorang wanita biasanya harus mulai melakukan pemeriksaan Pap smear saat berusia 21 tahun (bila telah menikah). Bila Anda berusia kurang dari 21 tahun dan telah aktif secara seksual maka dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual secara teratur.

Bila Anda pernah melakukan pemeriksaan Pap smear sebelumnya dan mendapatkan hasil abnormal, maka dokter Anda mungkin akan menganjurkan Anda untuk melakukan pemeriksaan lebih sering.

 

Wanita Berusia 21-30 Tahun

Seorang wanita yang berusia antara 21-30 tahun (yang telah menikah) dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Pap smear setiap 3 tahun sekali. Jika hasil pemeriksaan Pap smear Anda abnormal, maka Anda mungkin harus melakukan pemeriksaan Pap smear ulangan lebih cepat dari seharusnya (kurang dari 3 tahun).

 

Wanita Berusia 30-65 Tahun

Wanita yang berusia 30-65 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Pap smear setiap 3 tahun sekali atau setiap 5 tahun sekali bila dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan HPV. Jika hasil pemeriksaan Pap smear Anda abnormal, maka Anda mungkin harus melakukan pemeriksaan Pap smear ulangan lebih cepat dari seharusnya (kurang dari 3 tahun).

 

Wanita Berusia 65 Tahun atau Lebih

Wanita yang berusia 65 tahun atau lebih mungkin tidak lagi perlu melakukan pemeriksaan Pap smear bila:

  • Anda pernah melakukan pemeriksaan Pap smear sebanyak 3 kali berturut-turut dengan hasil yang normal

  • Anda pernah melakukan pemeriksaan Pap smear dan HPV 2 kali berturut-turut dengan hasil normal selama 10 tahun terakhir dan salah satunya baru saja dilakukan dalam waktu 5 tahun belakangan

 

Wanita yang Pernah Melakukan Histerektomi

Histerektomi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat seluruh rahim, biasanya termasuk leher rahim. Akan tetapi, kadangkala leher rahim tidak ikut diangkat.

Leher Rahim Ikut Diangkat

Bila pada tindakan pembedahan ini leher rahim Anda ikut diangkat dan bukan disebabkan oleh adanya suatu keganasan (kanker), maka Anda tidak perlu melakukan pemeriksaan Pap smear.

Anda harus melakukan pemeriksaan Pap smear secara teratur bila leher rahim diangkat karena adanya lesi pra kanker, akan tetapi mungkin tidak perlu terlalu sering bila Anda tidak memiliki faktor resiko lainnya.

Anda harus melakukan pemeriksaan Pap smear secara teratur dan sering bila leher rahim diangkat karena Anda menderita kanker leher rahim.

Leher Rahim Tidak Ikut Diangkat

Bila leher rahim tidak ikut diangkat pada tindakan pembedahan histerektomi, maka Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan Pap smear secara teratur (3 tahun sekali) hingga berusia 65 tahun.

 

Siapa yang Membutuhkan Pemeriksaan Pap Smear Lebih Sering?

Seorang wanita harus melakukan pemeriksaan Pap smear lebih sering (kurang dari 3 tahun sekali) bila hasil pemeriksaan Pap smear sebelumnya menunjukkan adanya suatu keabnormalan.

Beberapa hal membuat seorang wanita harus melakukan pemeriksaan Pap smear lebih sering adalah:

  • Pernah terpapar oleh dietilstilbestrol (DES) sebelum lahir

  • Menderita infeksi HIV

  • Hasil pemeriksaan Pap smear sebelumnya menunjukkan adanya keabnormalan

  • Menderita kanker leher rahim

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

 

Sumber: webmd