Kawat Gigi, Perlukah?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

196

Saat ini kita banyak melihat orang yang menggunakan kawat gigi. Kawat gigi yang digunakan pun bermacam-macam warna dan modelnya. Lantas yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah kawat gigi digunakan pada indikasi medis tertentu atau dapat digunakan hanya untuk estetika dan penampilan.

Pemasangan kawat gigi atau behel adalah prosedur yang dilakukan untuk meperbaiki susunan gigi yang tidak rapi atau susunan rahang yang tidak normal. Apabila gigi tersusun rapi dan posisi rahang normal, otomatis gigitan akan kuat dan senyum pun akan terlihat lebih baik.

Gigi yang tidak rapi dan susunan rahang yang tidak normal akan membuat proses mengunyah makanan menjadi tidak baik. Tidak hanya itu, jika tidak ditangani dengan baik, gigi yang tidak rapi atau susunan rahang yang tidak normal dapat menyebabkan kerusakan gigi dan cedera pada otot-otot rahang, serta dapat mempengaruhi bentuk wajah. Susunan rahang yang normal adalah ketika menggigit, gigi atas berada sedikit di depan dari gigi bawah, serta gigi geraham atas dan bawah harus pas.

Pemasangan kawat gigi umumnya dilakukan oleh ortodontis, yaitu dokter gigi yang telah menjalani pelatihan khusus dalam melakukan pengencangan dan perataan deretan gigi. Dokter akan menentukan jenis kawat gigi yang tepat sesuai kondisi masing-masing pasien.

Berikut ini adalah jenis-jenis kawat gigi paling umum:

  • Kawat gigi permanen.

Kawat gigi permanen terdiri dari kotak-kotak yang dilekatkan pada setiap gigi dan terhubung satu sama lain oleh kawat. Jenis ini merupakan sarana ortodontik yang paling umum digunakan. Kawat ini digunakan untuk mengoreksi letak beberapa gigi sekaligus atau untuk mencegah masalah di kemudian hari. Kawat gigi permanen umumnya mudah terlihat karena terbuat dari logam. Namun kini banyak ditawarkan kawat yang terbuat dari keramik atau plastik tembus pandang yang terlihat lebih samar, tapi dengan harga yang lebih mahal.

  • Kawat gigi lepas-pasang.

Kawat jenis ini berupa penampang plastik yang dipautkan pada beberapa gigi dan menutup langit-langit mulut. Jenis kawat ini biasanya digunakan untuk mengoreksi masalah minor, misalnya gigi yang bengkok. Kawat lepas-pasang biasanya dilepas saat akan melakukan olahraga tertentu, saat akan membersihkan mulut, atau ketika menggosok gigi.

  • Kawat gigi fungsional.

Jenis ini berupa sepasang kawat plastik lepas-pasang yang dipadukan dan ditempatkan pada gigi bagian atas dan bawah. Jenis ini dapat digunakan untuk menangani masalah posisi rahang atas atau rahang bawah yang tidak sejajar dengan gigi atas atau bawah. Alat ini harus digunakan sepanjang waktu untuk mendatangkan manfaat maksimal dan hanya dilepas saat makan dan ketika dibersihkan.

  • Headgear

Headgear adalah pengait yang tersambung dari kawat gigi ditempatkan pada kepala untuk menarik posisi gigi depan. Pengguna tidak dapat makan atau minum saat mengenakan headgear. Biasanya, alat ini digunakan saat tidur atau dalam waktu beberapa jam pada malam hari.

  • Retainer 

Retainer biasanya jenis ini digunakan menjelang akhir masa perawatan ortodontis. Retainer berfungsi menstabilkan posisi baru pada gigi, gusi, dan tulang, termasuk mencegah posisinya kembali seperti semula. Alat ini dapat bersifat permanen atau lepas-pasang. Posisi gigi yang akan terus berubah dari waktu ke waktu sebagai proses alami membuat retainer mungkin perlu digunakan pada beberapa waktu dalam sehari.

  • Kawat tidak tampak

Kawat tidak tampak adalah kawat lingual yang tidak tampak dari luar dan ditempatkan pada bagian belakang gigi. Kawat ini berbiaya lebih mahal dari jenis lain.

Waktu yang diperlukan untuk menggunakan kawat gigi berbeda-beda pada setiap orang berdasarkan tingkat keparahan, kondisi gigi, dan kepatuhan pasien. Rata-rata kawat gigi akan digunakan selama 1-3 tahun dan kemudian dilanjutkan dengan pemakaian retainer setiap hari selama 6 bulan. Jika setelah itu masalah gigi sudah tertangani, Anda akan disarankan untuk tetap menggunakan retainer hanya saat tidur.

Masa-masa awal penyesuaian memakai kawat gigi memang menimbulkan rasa sakit dan ‘ngilu’ yang dapat sangat mengganggu. Rasa sakit ini diakibatkan oleh pergeseran posisi gigi. Rasa sakit biasanya muncul setelah kawat gigi dikencangkan pada setiap kunjungan rutin. Namun teknologi dan bahan yang makin modern membuat pemasangan kawat gigi ini tidak lagi terasa sakit seperti dulu. Selain itu obat-obatan pereda rasa sakit yang dijual bebas dapat membantu meredakan sakit, jika diperlukan. Anda juga disarankan untuk mengonsumsi makanan lunak sementara waktu.

Untuk mengurangi risiko akibat pemakaian kawat gigi, pastikan Anda menanyakan dan mendapat informasi di atas dari dokter sebelum memasang kawat gigi. Setelah kawat gigi dipasang, Anda perlu memberikan perhatian ekstra untuk merawat gigi seperti menggunakan sikat gigi khusus dan teratur memeriksakan gigi. Selain itu, kurangi konsumsi gula dan makanan keras yang dapat merusak kawat gigi. (EDA)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store