“Kedutan”, Penyakit Atau Pertanda Buruk?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

226

“Sejak seminggu yang lalu mata kiriku selalu berkedip-kedip, kenapa ya?”

“Wah, kalau kamu kedutan, biasanya kamu bakalan mendapat kabar buruk atau ada yang lagi ngomongin kamu tuh..”

Pernah mengalami gejala seperti di atas? Mata dan bagian wajah lain “kedutan” atau ototnya bergerak di luar kesadaran Anda? Orang-orang biasanya percaya bahwa itu adalah salah satu tanda bahwa sesuatu yang buruk yang bakal terjadi atau ada orang lain yang sedang membicarakan kita. Jadi apakah mitos tersebut benar?

Mitos soal “kedutan” itu tidak benar. Gejala tersebut ternyata merupakan gejala dari TIC Fascialis? TIC Fascialis adalah sebuah istilah kedokteran untuk kondisi kejang yang terjadi pada saraf wajah. Gejala yang sering tampak dadalah gerakan otot wajah yang tidak disadari terjadinya dalam waktu singkat, namun terjadi berkali-kali.  Biasanya gerakan involunter ini sering terjadi di satu sisi saja dan dijumpai pada otot pipi, mulut, dan kelopak mata. Penyakit ini lebih sering timbul setelah umur di atas 49 tahun, namun dapat juga ditemui pada anak-anak, dan lebih sering pada wanita. Memang Tic Fascialis tidak berbahaya, tetapi menganggu secara estetika dan psikologis penderitanya. Beberapa faktor risiko yang dapat menjadi faktor pencetusnya adalah stress, kesenangan/kegembiraan yang berlebihan, gangguan cemas seperti obsesif kompulsif (OCD) atau panic attack, gangguan hiperaktif dan pemusatan perhatian (ADHD), cuaca panas, kelelahan fisik, serta penggunaan obat-obatan tertentu.

Pada sebagian kasus, tic fascialis dapat sembuh sendiri sedangkan sebagian lain dapat menjadi kronik (berlangsung dalam waktu yang lama). Tapi jangan kecil hati terlebih dahulu, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menangani tic fascialis, diantaranya adalah :

  1. Melibatkan penanganan terhadap pencetus psikologik yang mungkin ada seperti psikologis berupa pengurangan stress dan terapi perilaku
  2. Pemberian obat-obatan tertantu
  3. Suntikan Botox

Bagi penderita tic fascialis yang berulang, dianjurkan untuk memelihara keseimbangan emosi serta selalu berpikir positif dan optimis. Hindarilah terpaan angin yang langsung pada wajah. Jangan lupa untuk memastikan bahwa aktivitas dan istirahat Anda dalam porsi yang seimbang. Tic fascialis yang diterapi sejak dini umumnya akan memberikan respon terapi yang baik. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika Anda mulai merasakan gejala tic fascialis. (EDA/CM)

Sumber:

  1. Pengobatan Tic Fascialis. https://alodokter.com/komunitas/topic/tic-facialis
  2. Tic Fascialis. https://pras1623.wordpress.com/2009/01/29/tic-facialis/
  3. Anindyaputri I. Otot Sering Kedutan, Bahaya Atau Tidak? https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/arti-kedutan-bahaya-atau-tidak/
  4. Anurogo D. Clinical Update 2009 : Tic. https://kabarindonesia.com/berita.php?pil=3&jd=Clinical+Update+2009%3A+Tic&dn=20081224012111

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store