Kehamilan dan Alergi

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi, Tanpa Antri

427

Hi moms, kali ini kita akan membahas seputar alergi pada ibu hamil. Alergi sesungguhnya adalah sebuah bentuk reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap adanya benda asing yang masuk kedalam tubuh. Penyebab alergi disebut alergen, seperti bulu-bulu hewan, debu, serbuk sari, makanan, obat-obatan, dan juga gigitan serangga.

Beberapa gejala alergi adalah hidung tersumbat, bersin-bersin, mata berair, batuk, sesak napas, ruam kulit, terkadang dapat disertai adanya pembengkakan pada anggota badan yang bersentuhan secara langsung dengan pemicu alergi. Demam mungkin saja terjadi, tetapi kasusnya lebih jarang. Selama masa kehamilan gejala serta reaksi alergi mungkin saja berubah, sebagian ada yang merasa jika alergi tak pernah muncul selama masa kehamilan, namun sebagian lagi alergi justru bertambah buruk.

Alergi pada masa kehamilan biasanya diawali dengan tubuh ibu menjadi lebih sensitif terhadap  makanan teretentu atau jenis allergen lainnya . Menurunnya daya tahan tubuh ibu hamil adalah salah satu faktor utama penyebab alergi, maka dianjurkan ibu hamil selalu menjaga kebersihan, berolahraga secara teratur, serta menghindari stress. Stress harus sedapat mungkin dihindari karena dapat melemahkan imun tubuh serta meningkatkan histamin atau zat pemicu yang dapat memperberat gejala alergi.

Untuk ibu hamil yang alergi makanan tertentu, berikut ini adalah beberapa makanan pengganti yang dapat dipertimbangkan:

  1. Alergi Gandum Utuh (whole wheat)

Gandum utuh adalah salah satu sumber Zat Besi, Vitamin B, dan Asam Folat yang sangat baik bagi perkembangan bayi. Apabila ibu hamil alergi terhadap makanan tersebut, , ibu dapat menggantinya dengan kacang kedelai, kacang polong, jagung, sayuran hijau, buah beri, dan jus buah yang tidak mengadung banyak gula.

  1. Alergi Kacang-kacangan

Kacang mengandung beberapa mikronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh kita, tetapi jika ibu alergi maka sayuran hijau dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kandungan mineral, sementara buah pisang dapat menjadi pilihan untuk sumber potassium. Kandungan protein dari kacang dapat juga dipenuhi dari daging tanpa lemak, keju,  atau segelas susu ibu hamil.

  1. Alergi Seafood

Kacang walnut atau telur yang mengandung Omega 3 dapat dikonsumsi sebagai pengganti seafood untuk memenuhi kebutuhan DHA bagi si janin. Daging tanpa lemak juga bisa menggantikan kandungan protein yang tedapat dalam seafood.

Happy hunting, moms! Jangan menyerah pada alergi, tetap penuhi kebutuhan nutrisi anda agar si janin tumbuh sehat sampai waktunya tiba. (RA/CM)

Sumber:

  1. https://hipwee.com/opini/alergi-ketika-hamil-penyebab-dan-cara-mengatasinya/
  2. https://ibu-hamil.id/alergi-pada-ibu-hamil/
  3. https://friso.co.id/artikel/bagaimana-jika-ibu-hamil-alergi-pada-makanan-tertentu

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store