Kehamilan Sehat Di Trimester Pertama

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

153

Usia kehamilan ibu dihitung dari tanggal hari pertama haid terakhir. Usia kehamilan tersebut dibagi menjadi tiga bulanan yang dikenal dengan trimester, yaitu trimester pertama (usia kehamilan sampai dengan 14 minggu), trimester kedua (usia kehamilan 14-28 minggu), serta trimester ketiga (usia kehamilan 28-40 minggu/sampai kelahiran).

Apa saja yang terjadi pada janin di kehamilan trimester pertama? 

Pertumbuhan janin pada trimester pertama sangat luar biasa, karena terjadi proses pembentukan organ secara lengkap yang dikenal dengan proses organogenesis. Pada usia kehamilan 5 minggu pertama terjadi pembentukan bumbung saraf janin, otak, tulang belakang, jantung, dan bakal lengan dan kaki. Jantung janin sudah berdenyut dan terlihat jelas. Pada usia kehamilan 7-8 minggu bakal kedua bola mata, lensa mata, dan retina mulai terbentuk. Usia kehamilan 9-10 minggu terjadi pembentukan kedua telinga, kedua lengan dan kaki, jari-jari, serta organ kelamin. Terjadi pematangan girus-girus otak janin. Pada usia 11-14 minggu kedua kelopak mata terbentuk, mata sudah bisa menutup dan jenis kelamin dapat terlihat. Pada usia 12 minggu panjang janin sekitar 6-7 cm dan terjadi proses penulangan pada tulang-tulang panjang janin.

Apa saja pemeriksaan kehamilan di trimester pertama?

Pemeriksaan kehamilan pada trimester pertama bertujuan untuk mengetahui usia kehamilan dan masalah yang menyertainya. Pertama kali dilakukan wawancara pada ibu hamil untuk mengidentifikasi adanya masalah kesehatan atau penyakit pada ibu misalnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus atau gula darah, penyakit paru, dan sebagainya.  Dilakukan pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan dan berat badan untuk menilai status gizi, pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan organ tertentu seperti adanya kekurangan sel darah merah pada kehamilan atau anemia (ditandai dengan mata dan kulit yang pucat), pemeriksaan organ paru, jantung, perut, panggul, dan sebagainya.

Pemeriksaan penunjang penting berupa pemeriksaan ultrasonografi  untuk mengidentifikasi kehamilan normal, menilai lokasi kehamilan, menilai kehidupan janin dengan melihat denyut jantung janin, menilai usia gestasi, adanya kehamilan kembar, serta mengetahui adanya masalah dalam pembentukan organ janin. Pemeriksaan ultrasonografi pada trimester pertama penting dilakukan karena informasi yang didapatkan sangat banyak. Dengan pemeriksaan ultrasonografi dapat dipastikan bahwa kehamilan tersebut normal dan bukan kehamilan mola hidatidosa (hamil anggur). Dapat dipastikan bahwa lokasi kehamilan tidak berada di luar kandungan. Perlu diketahui bahwa kehamilan di luar kandungan memiliki insidens dua persen atau 2 dari 100 kehamilan. Insidens tersebut semakin tinggi pada kehamilan pada ibu yang memiliki riwayat infeksi panggul, keputihan, penggunaan obat-obat penyubur, dan sebagainya.

Pemeriksaan ultrasonografi usia kehamilan 5 minggu memperlihatkan adanya kantung kehamilan di dalam rahim. Usia kehamilan dapat dihitung dari ukuran diameter kantung kehamilan tersebut. Pemeriksaan ultrasonografi yang dilakukan melalui vagina (atau dikenal dengan transvaginal) pada usia 5 minggu terlihat dengan jelas adanya janin dengan aktivitas denyut jantung janin yang dapat dihitung dan diamati. Panjang janin yang dikenal dengan istilah crownrump length dapat diukur. Usia kehamilan yang dihitung berdasarkan panjang janin tersebut sangat akurat dengan selisih kesalahan hanya 3-4 hari. Adanya kehamilan kembar dan kegagalan kehamilan trimester pertama seperti kehamilan tanpa janin atau blighted ovum dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan ultrasonografi.

Apa saja keluhan kehamilan trimester pertama pada ibu dan cara mengatasinya?

Hasil konsepsi berupa janin yang tertanam ke dalam rahim ibu dipelihara oleh hormon kehamilan, yaitu beta hCG (human chorionic gonadotrophin), progesteron, dan estrogen. Tingginya kadar hormon beta hCG pada kehamilan trimester pertama menyebabkan sebagian ibu hamil mengalami keluhan mual-muntah. Keluhan mual muntah tersebut diperparah bila lambung ibu kosong terlalu lama. Ibu hamil trimester pertama merasa cepat lapar dan cepat kenyang. Tips untuk mengatasi masalah tesebut adalah dengan makan sedikit-sedikit tiap 2-3 jam (makan porsi kecil namun sering). Bila terjadi mual-muntah pada pagi hari, biasanya disebabkan asam lambung yang meningkat karena lambung terlalu lama kosong selama tidur (6-8 jam). Tips mengatasinya adalah dengan makan dahulu sebelum tidur atau pada saat terbangun malam. Makanan kecil atau selingan yang dapat dikonsumsi ibu hamil tidak harus nasi tetapi dapat berupa biskuit, sereal, susu, roti, kue, buah, serta makanan kecil lainnya.

Rahim ibu hamil juga mulai membesar. Ukuran rahim sebelum hamil adalah sebesar telur ayam kampung. Pada usia kehamilan 12 minggu rahim sudah membesar seukuran buah pear sehingga menekan kandung kemih didepannya. Hal itu menyebabkan ibu hamil trimester pertama mengalami keluhan sering buang air kecil. Selain itu ibu hamil juga mengalami pertambahan volume darah, denyut nadi, peningkatan curah jantung, serta peningkatan kerja ginjal sehingga produksi urine meningkat. Hal itu memperparah keluhan sering buang air kecil. Tips untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan sering buang air kecil tiap 1-2 jam, serta tidak boleh menahan pipis. Bila sudah terasa ingin buang air kecil maka ibu hamil diasarankan untuk segera melakukannya. Bila ditahan maka hal itu menyebabkan infeksi di kandung kencing sehingga buang air kecil terasa sakit dan anyang-anyangan. Ibu hamil perlu diberitahu bahwa sering pipis ke kamar mandi adalah hal yang wajar.

Tingginya kadar hormon progesteron dan estrogen menyebabkan adanya garis-garis hitam atau flek-flek hitam pada kulit perut atau wajah ibu hamil. Beberapa ibu hamil juga mengalami keluhan pembengkakan gusi karena pengaruh tingginya hormon kehamilan. Hal itu adalah proses yang wajar terjadi selama proses kehamilan.

Hal yang penting harus dilakukan pada ibu hamil trimester pertama adalah menjaga kecukupan gizinya. Nutrisi atau gizi yang cukup seperti vitamin-vitamin dan zat-zat mikronutrien diperlukan dalam pembentukan organ janin. Nutrisi ibu harus tercukupi bahkan jauh-jauh hari sebelum hamil karena pada saat sudah telat haid sebenarnya usia kehamilan sudah mencapai 4-5 minggu dan proses organogenesis sudah dimulai. Nutrisi yang penting berupa vitamin A, B, C, asam folat, vitamin D, vitamin E, mikronutrien seperti kalsium, zat besi, zinc, mangan, cuprum, selenium. Zat-zat tersebut banyak ditemukan di sayur-sayuran hijau, buah-buahan, ikan, daging, telur, susu. (SY)

Sumber :


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store