Kelenjar Timus & Myasthenia Gravis

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

165

Kelenjar timus adalah organ utama dari sistem limfatik. Terletak di wilayah dada bagian atas, fungsi utama dari kelenjar ini adalah mengolah sel-sel darah putih yang diproduksi di sumsum tulang dan mengubahnya menjadi sel limfosit-T. Sel-sel limfosit-T ini mempunyai peran penting untuk melindungi terhadap organisme asing (bakteri dan virus) yang telah berhasil menginfeksi sel-sel tubuh. Mereka juga melindungi tubuh dari dirinya sendiri dengan mengendalikan sel kanker. Selain itu, sel Limfosit-T juga membantu pertumbuhan dan aktivitas fagosit (sel darah putih besar yang berkontribusi dalam pertahanan kekebalan tubuh dengan menelan mikroba, partikel asing, atau sel lainnya).

Kelenjar timus terletak di dalam mediastinum di belakang tulang sternum dan berada di dalam rongga dada kira-kira setinggi percabangan trakea atau pipa suara. Warnanya kemerah-merahan dan terdiri dari 2 lobus. Kelenjar timus hanya dijumpai pada anak dibawah 18 tahun. Ketika kita berada pada masa pubertas, ukuran kelenjar timus menjadi sangat besar. Hal ini terjadi karena kelenjar tersebut sedang aktif-aktifnya bekerja. Setelah masa pubertas selesai, kelenjar timus jadi mengecil akibat menghilangnya jaringan limfoid serta munculnya jaringan ikat dan lemak. Namun terkadang, kelenjar timus ini tidak mau menciut, alias tetap membesar. Kondisi kelenjar timus yang tetap besar atau membesar ini bisa mengakibatkan munculnya penyakit tertentu seperti myasthenia gravis.

Myasthenia gravis adalah kondisi yang mempengaruhi otot dan menyebabkan otot melemah dalam jangka panjang, terutama otot-otot yang mengontrol mata, kelopak mata, ekspresi wajah mengunyah, menelan, berbicara dan lain-lain. Penyakit ini biasanya menyerang laki-laki berusia 60 tahun keatas dan wanita usia kurang dari 40 tahun.  Tanda-tandanya bisa dikenali dari kelopak mata yang turun, susah membuat ekspresi wajah, penglihatan ganda, susah mengunyah dan menelan makanan, bicara jadi cadel, sesak napas, sulit bernapas, serta melemahnya lengan, kaki atau leher.

Myasthenia gravis juga dapat menghancurkan sinyal atau komunikasi antar saraf dan otot sehingga otot-otot menjadi lemah dan mudah lelah. Salah satu penyebab mengapa kelenjar timus menyerang sel yang sehat yaitu karena ukuran kelenjar timus yang tidak mengecil setelah  masa pubertas (menurut para ahli, meskipun penyebabnya belum diketahui secara pasti). Namun Para ilmuwan percaya jika kelenjar timus memberikan petunjuk yang salah kepada sel-sel kekebalan tubuh yang masih berkembang. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel yang sehat, terutama sel saraf.

Sampai dengan saat ini, belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan myasthenia gravis akibat membesarnya kelenjar timus ini. Perawatan dilakukan hanya untuk mengendalikan gejala penyakit dan aktivitas sistem imun. Karena pentingnya kelenjar ini, sebaiknya Anda memeriksakan diri Anda kedokter ahli, apakah kelenjar timus Anda berfungsi dengan baik. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/CM)

Daftar Pustaka

  1. https://dosenbiologi.com/manusia/kelenjar-timus
  2. https://alodokter.com/fungsi-kelenjar-timus-dalam-sistem-kekebalan-tubuh

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store