Keluarga Berencana: Manfaat Dan Beberapa Faktor Yang Perlu Diperhatikan

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

54

Keluarga berencana atau sering dikenal dengan program KB merupakan program yang bertujuan untuk membatasi jumlah kelahiran guna menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. Adapun perencanaan KB ini dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera khususnya bagi ibu dan anak serta mengendalikan pertambahan penduduk suatu negara. Namun, belum semua orang melakukan program ini dikarenakan minimnya informasi terkait manfaat program keluarga berencana dan cara melakukannya.

 

Nah untuk artikel kali ini, kita akan membahas manfaat apa saja yang akan didapatkan jika melakukan keluarga berencana. Berikut penjelasan lengkapnya:

 

Pentingnya Keluarga Berencana

Keluarga berencana dapat membantu pasangan yang baru saja menikah  untuk merencanakan memiliki anak atau tidak dalam beberapa tahun ke depan dengan mempersiapkan diri untuk memilih konsepsi atau kontrasepsi yang tepat. Jika sudah menjadi orang tua, maka keluarga berencana dapat membantu orang tua mempersiapkan diri dan mental untuk memiliki anak lagi.

 

Manfaat Keluarga Berencana

  1. Mencegah risiko kesehatan terkait kehamilan pada wanita
  2. Mengurangi angka kematian bayi
  3. Membantu mencegah HIV / AIDS
  4. Mengurangi kehamilan remaja
  5. Perlambatan pertumbuhan penduduk
  6. Menurunknan risiko kanker pada wanita
  7. Risiko radang panggul menurun
  8. Menjaga kesehatan mental

 

Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Keluarga Berencana

Salah satu hal terpenting pada keluarga berencana adalah ruang kehamilan ibu atau juga disebut jarak kehamilan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cara ruang kehamilan ini dapat mempengaruhi ibu dan bayi.

 

  1. Pengaruh jarak kehamilan dekat bagi ibu dan bayi

Jarak kehamilan perlu untuk diperhatikan oleh ibu, karena terjadinya kehamilan setelah enam bulan ibu melahirkan dikaitkan dengan peningkatan risiko lahir prematur, plasenta sebagian atau seluruhnya mengelupas dari dinding bagian dalam rahim sebelum melahirkan, berat badan lahir bayi rendah, gangguan kongenital, dan skizofrenia. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kehamilan dalam waktu kurang dari dua tahun kelahiran hidup dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko autisme pada anak kedua. Risiko tertinggi untuk kehamilan yang berjarak kurang dari 12 bulan.

 

Kehamilan yang berjarak dekat juga mungkin tidak memberi cukup waktu bagi ibu untuk pulih dari kehamilan sebelum pindah ke kehamilan berikutnya. Hal ini menyebabkan rahim yang belum kembali mengecil ke ukuran semula, kembali diregang. Akibatnya, rahim dapat kelelahan dan mengakibatkan perdarahan setelah melahirkan yang banyak menyebabkan kematian pada ibu. Selain itu, kehamilan dan menyusui dapat menguras simpanan zat gizi ibu, terutama folat dan zat besi. Tanpa persiapan yang baik, janin yang dikandung pada kehamilan selanjutnya dapat mengalami kekurangan gizi dan mengalami berbagai penyakit akibat kekurangan gizi tersebut.

 

  1. Pengaruh jarak kehamilan terlalu jauh bagi ibu dan bayi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jarak kehamilan terlalu jauh menimbulkan kekhawatiran bagi ibu dan bayi. Kehamilan lima tahun atau lebih setelah melahirkan dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan sistem organ lain, seperti ginjal, jantung, dan pembuluh darah.

 

  1. Jarak kehamilan yang tepat

Untuk mengurangi risiko komplikasi kehamilan dan masalah kesehatan lainnya, maka jarak kehamilan yang tepat adalah menunggu 18 hingga 24 bulan setalah ibu melahirkan. Menyeimbangkan kekhawatiran tentang infertilitas, wanita yang lebih tua dari 35 mungkin mempertimbangkan menunggu 12 bulan sebelum hamil lagi.

 

Risiko dan rekomendasi tidak berlaku untuk pasangan yang mengalami keguguran. Jika Anda sehat dan merasa siap, mungkin tidak perlu menunggu untuk hamil setelah keguguran. (LM/STE/CM)

 

Referensi

Family planning/Contraception. (2018). Retrieved from http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/family-planning-contraception

Pregnancy spacing: Tips for family planning. (2018). Retrieved from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/family-planning/art-20044072


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store