Kenali Efek Samping Antibiotik

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

98

Meski berfungsi sebagai obat yang membantu penyembuhan penyakit, bukan berarti antibiotik selalu aman digunakan. Ada efek samping antibiotik yang mungkin terjadi pada sebagian orang yang mengonsumsinya. Yang perlu diingat, jenis antibiotik hanya efektif pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Selain itu, antibiotik juga dimanfaatkan untuk mengatasi kondisi penyakit akibat beberapa jenis parasit. Antibiotik tidak dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu dan pilek. Maupun kondisi yang disebabkan oleh jamur, seperti infeksi jamur pada kulit atau vagina.

Antibiotik sendiri memiliki banyak tipe dan golongan. Masing-masing tipe dan golongan antibiotik kemungkinan menimbulkan efek samping pada sebagian orang. Wanita dan pria tidak memiliki perbedaan risiko terhadap timbulnya efek samping ini.  Beberapa efek samping antibiotik yang umum terjadi, seperti:

  • Demam, umum terjadi pada jenis antibiotik apapun. Tetapi lebih sering terjadi pada golongan sulfonamide, beta lactam, cepfalexin dan minosiklin.
  • Sakit perut atau gangguan pada saluran cerna seperti diare, mual dan muntah umum terjadi pada antibiotik golongan penisilin, cephalosporin dan fluorokuinolon.
  • Sensitif terhadap sinar matahari, umum terjadi setelah mengonsumsi antibiotik golongan tetrasiklin.

Jika Anda mengalami gangguan perut sebagai efek samping antibiotik, sebaiknya makan terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Namun, tanyakan dahulu pada dokter atau apoteker, karena ada jenis antibiotik yang harus dikonsumsi sebelum makan.

Selain itu ada pula efek samping antibiotik yang lebih berbahaya, seperti:

  • Peradangan pada tendon
  • Kejang
  • Gangguan jantung
  • Reaksi alergi seperti sesak napas, lidah, wajah, atau bibir mengalami bengkak, gatal-gatal pada tubuh. Meskipun jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan kematian jika reaksi tersebut parah.

Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti diatas setelah mengonsumsi antibiotik, disarankan untuk segera menghubungi dokter.

Agar tidak terkena efek samping antibiotik, Anda disarankan untuk mengonsumsi antibiotik secara bijak dengan cara ini:

  • Jika dokter memberikan resep antibiotik, pastikan Anda memang benar-benar membutuhkan obat tersebut. Anda berhak meminta penjelasan tentang alasan perlunya mengonsumsi antibiotik.
  • Mengetahui penyebab penyakit yang Anda alami. Jika penyebabnya adalah bakteri, bisa diobati dengan antibiotik, tetapi jika penyebabnya adalah virus, Anda tidak perlu mengonsumsi antibiotik.
  • Hindari mengonsumsi antibiotik yang diresepkan untuk orang lain. Sebaliknya jangan pernah memberikan antibiotik Anda kepada orang lain. Karena beda penyakit bisa beda pula jenis antibiotik yang diperlukan.
  • Konsumsilah antibiotik sesuai dengan jumlah dan jangka waktu yang ditentukan oleh dokter. Jangan menghentikan pengobatan antibiotik sebelum selesai walaupun gejala sudah hilang, karena dapat mengakibatkan bakteri penyebab menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut.
  • Apabila dokter tidak meresepkan antibiotik, berarti Anda tidak membutuhkannya. Dokter akan memberikan obat yang sesuai dengan penyakit Anda.

Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai jenis antibiotik yang akan Anda konsumsi beserta efek sampingnya agar antibiotik dapat dikonsumsi dengan cara yang tepat dan benar. Ingat konsumsi antibiotik secara sembarangan tanpa resep dokter atau tidak sesuai dengan anjuran dokter dapat menyebabkan efek samping di atas sekaligus menyebabkan kuman dalam tubuh semakin resisten, sehingga saat sakit, tubuh menjadi susah disembuhkan. (REG/STE)

Sumber:

  1. Chicago I. Side Effects of Antibiotics: What They Are and How to Manage Them.  Healthline. 2018
  2. Web MD. What Are Antibiotics. 2017

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store