Kenali Gangguan Pencernaan Pada Anak

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

253

Gangguan pencernaan merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami anak-anak.  Hal ini memberikan dampak buruk terhadap perkembangan anak karena menganggu proses penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk menunjang proses tumbuh kembangnya.

Gangguan pencernaan pada anak seringkali disebabkan karena sistem pencernaannya yang belum sepenuhnya berfungsi dengan sempurna sehingga belum mampu melawan bakteri secara optimal. Berikut gangguan pencernaan yang sering terjadi pada anak

  1. Diare

Diare ditandai dengan buang air besar pada anak dengan konsistensi cair dan frekuensi lebih dari 3 kali sehari. Salah satu yang harus diperhatikan saat anak mengalami diare adalah gejala dehidrasi (kehilangan cairan). Diare biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau reaksi pada obat tertentu. Pertolongan pertamanya yaitu mencegah dehidrasi dengan memberikan larutan elektrolit seperti oralit atau larutan gula garam. Lanjutkan pemberian ASI dengan memperhatikan asupan makanan si Ibu, serta tetap berikan makanan bergizi dalam jumlah cukup dengan konsistensi yang lebih lunak dan rendah serat.

  1. Konstipasi

Konstipasi ditandai dengan anak jarang buang air besar, terutama jika sudah terjadi 3 hari atau lebih. Tinja yang keras, kering, dan sulit dikeluarkan sehingga menyebabkan nyeri saat anak buang air besar. Pertolongan pertamanya adalah dengan memberikan makanan tinggi serat untuk melunakkan tinja dan memberikan minum dengan jumlah yang cukup, bila perlu berikan juga obat-obatan laksatif yang digunakan melalui anus. Tapi bila anak mengalami satu atau lebih gejala yang menyertai seperti demam, muntah, berat badan turun, terdapat darah dalam tinja dan perut membuncit, sebaiknya Anda segera membawa anak ke dokter.

  1. Usus Terlipat (Strangulasi usus)

Gangguan ini banyak dialami bayi yang usia  5 bulan hingga 1 tahun.  Hingga saat ini penyebab dari gangguan ini belum diketahui secara pasti. Biasanya bayi sering menangis, muntah dan mengeluarkan cairan  hijau, diare yang disertai darah, susah untuk buang angin dan  bahkan tidak bisa buang air besar. Seringkali kasus ini juga dijumpai pada pemberian makanan padat yang terlalu dini. Beberapa golongan masyarakat tertentu memiliki kebiasaan untuk memulai makanan padat pada bayi sebelum mereka berusia 6 bulan, hal ini dapat memicu terjadinya penyakit ini karena belum sempurnanya sistem pencernaan bayi untuk menerima makanan padat.

Apabila anak anda mengalami gejala yang disebutkan di atas, maka segeralah membawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis sebelum komplikasinya menjadi lebih serius. (RA/CM)

Daftar Pustaka:

  1. https://dokteranak.org/gangguan-pencernaan-pada-anak
  2. http://www.1health.id/id/article/category/ibu-dan-anak/3-jenis-gangguan-pencernaan-pada-anak.html

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store