KENALI GEJALA GUILLAIN BARRE SYNDROME

3

Guillain Barre Syndrome (GBS) adalah penyakit langka di mana sistem kekebalan seseorang menyerang sistem syaraf tepi dan menyebabkan kelemahan otot bahkan apabila parah bisa terjadi kelumpuhan. Hal ini terjadi karena susunan syaraf tepi yang menghubungkan otak dan sumsum belakang dengan seluruh bagian tubuh kita rusak. Kerusakan sistem syaraf tepi menyebabkan sistem ini sulit menghantarkan rangsang sehingga ada penurunan respon sistem otot terhadap kerja sistem syaraf. Penyakit GBS relatif jarang ditemukan namun dalam beberapa tahun terakhir ternyata jumlah kasusnya terus mengalami peningkatan, oleh karena itu kita perlu mengenal penyakit GBS secara lebih rinci.

Penyebab

Awalnya penyebab GBS tidak diketahui sehingga penyakit ini mempunyai nama lain acute idiophatic polineuritis atau polineuritis idiopatik akut yang berarti kelainan pada (lebih dari satu) syaraf yang terjadi secara mendadak. Seiring waktu diketahui bahwa GBS dapat disebabkan oleh kerusakan sistem kekebalan. Kerusakan sistem kekebalan tersebut menimbulkan pembengkakan syaraf tepi, sehingga mengakibatkan tidak adanya pesan dari otak untuk melakukan gerakan yang dapat diterima oleh otot yang terserang. Beberapa kasus menunjukkan orang mengalami gejala GBS setelah beberapa hari atau minggu mengalami sakit dengan gejala diare atau gangguan pernapasan. Karena itu infeksi bakteri dan virus diyakini bisa menjadi pemicu gejala GBS.

Gejala

  • Rasa seperti ditusuk jarum atau mati rasa di ujung jari kaki dan tangan
  • Kaki terasa berat dan kaku mengeras
  • Lengan terasa lemah dan telapak tidak bisa menggenggam erat
  • Nyeri otot
  • Tekanan darah rendah
  • Detak jantung yang abnormal
  • Penglihatan buram atau juling (melihat 2 bayangan dari 1 objek)
  • Bernapas berat
  • Sulit menelan

Pemeriksaan

Pasien yang diduga mengidap GBS diharuskan melakukan tes:

  1. Darah lengkap, berupa pemeriksaan kimia darah secara komplit.
  2. Lumbal puncti, berfungsi untuk mengambil cairan otak.
  3. EMG (electromyogram), untuk merekam kontraksi otot.
  4. Pemeriksaan kecepatan hantar syaraf.

Pengobatan

Pengobatan Guillain Barre Syndrome terutama ditujukan untuk mencegah komplikasi, mengurangi gejala, dan mempercepat penyembuhan. Pengobatan GBS dilakukan dengan pemberian cairan infus bernama imunoglobulin yang berguna untuk mencegah sistem pertahanan tubuh menyerang sel – sel saraf tepi. Selain itu juga terdapat terapi plasmapharesis atau pencucian darah untuk mengambil sel sistem pertahanan tubuh yang merusak sistem saraf tepi. Selain terapi pokok tersebut, pasien juga diberikan fisioterapi atau terapi untuk melatih otot – otot agar kembali seperti sediakala dan perawatan dengan pemberian obat untuk mengurangi rasa sakit.

Pencegahan

Pencegahan dilakukan dengan menjaga kesehatan supaya tidak mengalami infeksi dan melakukan pemantauan keamanan vaksin. Vaccine Adverse Event Reporting (VAERS) adalah suatu sistem yang dikelola CDC dan Food and Drug Administration (FDA) untuk mengumpulkan laporan sukarela tentang kemungkinan efek samping yang dialami orang setelah mendapatkan vaksinasi. Melalui tindak lanjut tersebut diharapkan dapat mendeteksi adanya kemungkinan risiko GBS yang terkait dengan vaksinasi diketahui secara dini dan mengambil tindakan lebih awal dan tepat.

GBS merupakan penyakit akut akan tetapi bila diterapi dengan baik dan tepat maka dapat memperbaiki kualitas hidup pasien. Segera periksakan diri Anda jika mengalami gejala yang mirip dengan gejala GBS yang dijelaskan di atas. (ECM/STE)

Daftar Pustaka

  1. Guillain Barre Syndrome (GBS). http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/guillainbarresyndrome/.  Diakses pada tanggal 18 April 2019.
  2. Mikail B. 2012. Penderita Guillain Barre Syndrome (GBS) meningkat di Kalangan Usia Produktif. http://health.kompas.com/read/2012/04/14/09265323/. Diakses pada tanggal 18 April 2019.
  3. Center for disease control (CDC). 2012. Guillain Barre Syndrome (GBS) http://www.cdc.gov/flu/protect/vaccine//guillainbarre/. Diakses pada tanggal 18 April 2019.