Kenali Gejala Penyakit Usus Turun

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

164

Pengertian

Hernia adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan tonjolan organ karena pembukaan atau kelemahan dinding rongga tersebut, misalnya tonjolan berisi usus atau yang sering dikenal sebagai usus turun. Sebagian besar hernia terjadi di daerah pangkal paha. Hernia biasanya tidak mengancam nyawa, tetapi tidak akan sembuh dengan sendirinya dan dapat memunculkan komplikasi yang berpotensi bahaya di masa depan. Untuk alasan ini, dokter ahli biasanya merekomendasikan operasi untuk segera mengatasi kondisi tersebut.

Hernia dikategorikan sesuai dengan lokasi terjadinya hernia:

  • Hernia Inguinalis (Inguinal Hernia)–Saat usus mendorong melalui robekan di dinding perut, kemungkinan besar dalam saluran inguinalis atau sebuah saluran di sekitar selangkangan, maka hernia jenis ini disebut sebagai hernia inguinalis. Sekitar 70 persen dari seluruh hernia termasuk dalam jenis ini dan sebagian besar terjadi pada laki-laki. Saluran yang menahan buah zakar terletak di saluran inguinalis. Setelah lahir, buah zakar akan turun secara alami melalui daerah ini dan saluran ini harus benar-benar sudah tertutup. Sayangnya, penutupan ini tidak selalu terjadi. Jika saluran tidak menutup sepenuhnya, maka daerah ini akan menjadi bagian yang lemah dan rentan terjadi penurunan usus melalui saluran ini, sehingga terjadi hernia.
  • Hiatus Hernia– Organ yang terletak di perut dipisahkan dari organ yang beradada di dada oleh otot-otot diafragma. Jika ada titik lemah pada diafragma, organ perut dapat menonjol melalui tempat itu.
  • Hernia Insisional (Incisional Hernia)– Jenis hernia ini hanya terjadi setelah operasi perut ketika daerah sayatan operasi masih lemah. Jika usus mendorong melalui daerah yang lemah, terjadilah kondisi yang disebut dengan hernia insisional.
  • Hernia umbilikal (Umbilical Hernia)– Jenis hernia ini terjadi pada anak di bawah 6 tahun. Usus dapat mendorong melalui dinding perut dekat pusar sampai menonjol. Namun, ada kemungkinan bahwa kondisi tersebut dapat membaik sendiri sebelum anak mencapai usia satu tahun. Jika tidak, operasi perlu dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Penyebab

Penyebab utama dari hernia adalah otot yang lemah, tetapi kondisi ini dapat juga terjadi karena berbagai alasan seperti cacat bawaan, batuk kronis, operasi, sembelit, mengangkat beban berat, dan berat badan yang meningkat secara tiba-tiba atau obesitas. Penyebab lainnya termasuk kehamilan, adanya cairan berlebihan dalam rongga perut, dan batuk lama. Adanya riwayat keluarga yang terkena hernia juga terbukti meningkatkan risiko untuk terkena kondisi ini.

Gejala Utama

Gejala yang paling sering terlihat adalah rasa sakit dan tidak nyaman di bagian tubuh yang terkena hernia saat batuk, mengangkat benda berat, atau bahkan hanya karena membungkuk. Gejala lainnya adalah sensasi terbakar saat terjadi hernia. Hernia juga dapat menyebabkan dorongan balik asam lambung dan isi perut naik ke kerongkongan, sehingga terjadi rasa terbakar pada kerongkongan. Anda juga dapat mengalami nyeri dada atau kesulitan menelan. Tidak jarang juga hernia tidak menampilkan gejala apapun selain benjolan yang hilang timbul atau tidak sengaja ditemukan pada saat pemeriksaan rutin atau saat dokter melakukan pemeriksaan untuk penyakit yang berbeda.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Kebanyakan hernia didiagnosis melalui pemeriksaan fisik. Meskipun hernia menyebabkan tonjolan di daerah perut atau selangkangan dapat dengan mudah dikenali, beberapa jenis hernia memerlukan x-ray barium atau endoskopi untuk menegakkan diagnosisnya.

Setelah diagnosis hernia ditegakkan, dokter kemudian menyusun rencana pengobatan. Pengobatan utama untuk hernia adalah operasi, namun dokter mungkin juga akan menganjurkan Anda untuk merubah gaya hidup, seperti mengubah diet, meninggalkan konsumsi makanan berat, dan pemantauan berat badan agar selalu berada dalam kisaran yang sehat. Hal ini dilakukan karena hernia seringkali merupakan gejala dari penyakit yang lebih dulu terjadi, sehingga dokter perlu mencari dan menangani penyakit penyebab hernia, agar setelah hernia dioperasi, hernia tidak akan timbul lagi.

Jika hernia menyebabkan terlalu banyak ketidaknyamanan atau rasa sakit, dokter akan merekomendasikan operasi segera. Mengapa? Rasa sakit yang timbul akibat hernia merupakan tanda usus mulai terjepit. Apabila dibiarkan, usus dapat menjadi rusak dan mati, sehingga proses pencernaan akan terganggu dan risiko infeksi akibat kuman usus menyebar dalam rongga meningkat. Operasi hernia dilakukan untuk mengembalikan usus yang tidak pada tempatnya dan menjahit dinding dada agar lebih kuat.

Dokter bedah juga dapat memilih untuk melakukan operasi terbuka atau bedah laparoskopi. Operasi terbuka memakan waktu operasi dan pemulihan yang lebih lama. Sedangkan operasi laparoskopi merupakan prosedur bedah minimal dengan masa pemulihan pascaoperasi yang lebih singkat. Meski demikian, dokter akan memilihkan teknik operasi ini sesuai dengan kondisi hernia yang Anda miliki, apakah mungkin untuk dilakukan laparoskopi atau harus dengan operasi terbuka. (RH/STE/CM)

Referensi :

  1. NHS Choices UK. 2016. Hernias
  2. 2018. Inguinal Hernia.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store