Kenali Resiko Kemandulan Pada Wanita

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

125

Kehadiran seorang anak merupakan dambaan bagi setiap pasangan suami istri. Akan tetapi, tidak semua pasangan suami istri bisa mendapatkan keturunan secara biologis dengan mudah. Suatu kondisi dimana pasangan suami istri belum mampu memiliki anak walaupun telah melakukan hubungan seksual secara teratur minimal 2-3 kali seminggu dalam kurun waktu 1 tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi jenis apapun disebut dengan infertil (mandul).

Kejadian infertil meskipun tidak berpengaruh pada aktivitas fisik dan tidak mengancam jiwa, bagi banyak pasangan suami istri hal ini akan berdampak pada kehidupan keluarga karena selain menyebabkan masalah medis, infertilitas juga dapat menyebabkan masalah ekonomi maupun psikologis.

Infertilitas (kemandulan) dapat disebabkan oleh pihak wanita, pria maupun keduanya. Akan tetapi dari jumlah pasangan infertil yang ada, sebagian besar penyebabnya berasal dari faktor wanita. Kemungkinan infertilitas pada seorang wanita dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor risiko berikut:

  • Usia

Tingkat kesuburan wanita menurun secara signifikan pada usia 30-an akhir.

  • Merokok

Dapat merusak serviks dan saluran indung telur, sekaligus meningkatkan risiko keguguran dan kehamilan diluar rahim.

  • Berat badan

Proses ovulasi dapat terhambat ketika wanita memiliki berat badan lebih atau kurang secara signifikan. Upaya mencapai berat badan sehat berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat meningkatkan frekuensi ovulasi dan kemungkinan hamil.

  • Alkohol

Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dapat meningkatkan resiko gangguan ovulasi.

  • Kelainan bawaan

Kelainan bawaan (genetik) dapat menyebabkan keguguran berulang atau tidak dapat hamil.

  • Infertilitas tanpa sebabtertentu

Terkadang infertilitas wanita tidak dapat ditemukan penyebabnya. Hal itu bisa saja dipicu oleh beberapa faktor eksternal seperti stress ataupun masalah sosial psikologis dari kedua pasangan.

Terdapat juga beberapa gangguan ketidaksuburan wanita yang dapat menghambat proses terjadinya kehamilan, seperti:

  • Gangguan ovulasi

Gangguan ovulasi atau pelepasan sel telur secara berkala merupakan kondisi paling umum yang menyebabkan wanita tidak dapat hamil. Sebagian kondisi membuat wanita tidak lagi melepaskan sel telur, sebagian lagi menyebabkan sel telur hanya dilepaskan dalam jarak waktu yang lebih lama dari yang seharusnya.

  • Kerusakan pada tuba fallopi atau tabung saluran indung telur

Ketika tuba fallopi rusak atau tersumbat, maka hal itu akan menyulitkan sperma membuahi sel telur atau menghalangi gerak sel telur yang sudah dibuahi ke dalam rahim.

  • Jaringan parut pascaoperasi

Kerusakan fisik yang terjadi pada ovarium dapat mengakibatkan gagal ovulasi. Misalnya, operasi untuk kista ovarium dapat menyebabkan kerusakan atau munculnya jaringan parut, sehingga ovulasi tidak terjadi.

  • Gangguan lendir serviks

Saat seorang wanita tengah berovulasi, secara alami lendir serviks menjadi lebih tipis dan encer untuk memudahkan sperma bergerak dan menghampiri sel telur. Ketidaknormalan pada lendir tersebut dapat mempersulit proses ini dan menghambat terjadinya kehamilan.

Infertilitas pada wanita merupakan suatu hal yang tidak kalah penting dengan masalah kesehatan lainnya. Karena itu, dengan mengetahui faktor apa saja yang dapat mengganggu kesuburan dan kemudian melakukan tindakan untuk menghindari faktor penyebabnya adalah cara terbaik dalam mencegah terjadinya kemandulan. (REG)

Daftar Pustaka

  1. Indarwati I, Hastuti U, Dewi Y. Analysis of factor influencing female infertil Journal of maternal and child health. 2017;2(2):150-161
  2. Todd N. Your guide to female infertil 2017. Available at https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/female-infertility#1-2

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store