Kenali Sindroma Down Pada Anak

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

160

Sindroma down adalah gangguan genetika paling umum yang menyebabkan perbedaan kemampuan belajar dan ciri-ciri fisik tertentu. Sindroma down tidak bisa disembuhkan, namun dengan dukungan dan perhatian yang maksimal, anak-anak dengan sindroma down bisa tumbuh dengan bahagia.

Data WHO menyebutkan bahwa angka kejadian Sindroma down adalah 1 dari 1.000 kelahiran hidup di dunia. Menurut sebuah jurnal kedokteran spesialis anak, pada tahun 2016 tercatat ada setidaknya 300 ribu kasus sindroma down di Indonesia.

Gejala sindroma down pada anak-anak adalah memiliki beberapa ciri fisik yang mirip, namun mereka tidak sama persis karena ada faktor keturunan dari orang tua dan keluarga masing-masing. Anak-anak dengan sindroma down membutuhkan bimbingan seperti anak normal lainnya atau bahkan lebih. Perkembangan mereka dalam berbagai aspek memerlukan waktu, dan mereka akan menjalaninya bertahap sesuai dengan kemampuan mereka.

Normalnya terdapat 46 kromosom dalam sel seseorang yang diwariskan, yakni masing-masing 23 kromosom dari ayah dan ibu, namun kebanyakan orang dengan sindroma down memiliki 47 kromosom. Perkembangan tubuh dan kinerja otak akan berubah jika terdapat kromosom ekstra atau tidak normal, dan itulah yang menjadi penyebabnya. Banyak yang menganggap bahwa sindrom ini hanya terjadi karena faktor keturunan. Padahal kelainan dalam proses perkembangan telur, sperma dan embrio merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kondisi ini.

Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko memiliki bayi dengan sindroma down, diantaranya:

  • Telah memiliki bayi lain dengan sindroma down
  • Memiliki adik atau kakak dengan sindroma down
  • Wanita hamil di usia 35 tahun ke atas

Ada pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mencari tahu risiko terkena sindroma down pada bayi di dalam kandungan, yaitu dengan pemeriksaan antenatal melalui tes darah dan tes USG. Jika pemeriksaan saat kehamilan menunjukkan adanya risiko yang cukup signifikan, ada beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis sindroma down sebelum bayi lahir antara lain melalui prosedur pemeriksaan cairan kandungan dan pemeriksaan sampel sel ari-ari. Selain mendiagnosis sindroma down sebelum bayi lahir, tes darah bisa dilakukan setelah persalinan untuk mengkonfirmasi kondisi ini.

Sindroma down tidak bisa disembuhkan namun ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu anak dengan sindroma down agar mendapatkan kehidupan yang sehat, aktif, dan mandiri. Anak-anak dengan sindroma down bisa mengalami masalah kesehatan yang berbeda-beda dan akan membutuhkan perawatan medis serta perhatian ekstra.

Beberapa komplikasi kesehatan yang dapat terjadi diantaranya masalah pencernaan, gangguan memori, masalah penglihatan, gangguan darah, gangguan jantung, lebih rentan terhadap infeksi, masalah kelenjar tiroid, masalah pendengaran, obesitas, kejang, masalah kulit, menopause dini, dan henti napas saat tidur (sleep apnea). (REG)

Referensi:

  1. What is down syndrome. 2017
  2. Gavin ML. Down syndrome. Kidshealth. 2015

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store