Kenali Tanda dan Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi, Tanpa Antri

394

“Dok, kenapa ya sejak minum susu formula, badan anak saya mulai timbul bentol-bentol merah?” Keluhan seperti ini pasti sudah sering terdengar, terutama dari orang tua yang mulai memberikan susu formula kepada bayinya. Bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya belum memerlukan nutrisi lain selain ASI, setelah itu biasanya para orang tua mulai memikirkan makanan atau minuman tambahan agar nutrisi bayinya tetap tercukupi. Salah satu nutrisi tambahan yang sering diberikan yaitu susu formula yang berasal dari susu sapi.  Tapi, tahukah anda ternyata tidak semua bayi cocok dengan dengan susu formula yang berasal dari susu sapi?

Mengapa bisa terjadi alergi susu sapi pada bayi?

Alergi susu sapi terjadi karena sistem kekebalan tubuh bayi salah menilai kandungan pada susu sapi sebagai suatu yang membahayakan bagi tubuh, akibatnya sistem kekebalan tubuh akan bereaksi untuk melawannya. Keadaan ini yang memicu munculnya gejala alergi pada bayi anda.

Apa saja gejala alergi susu sapi?

Gejalanya bervariasi, mulai dari muntah, nyeri perut berulang disertai diare (tinjanya mungkin berdarah), pilek dan batuk berulang, bersin, atau kulit kemerahan.

Gejala yang muncul bisa terjadi dalam beberapa tingkat keparahan, tergantung masing-masing anak. Gejala bisa muncul seketika atau ada juga yang memakan waktu yang lebih lama. Meski jarang terjadi, bayi yang mengalami alergi bisa menampakkan gejala serius yang mengancam jiwa seperti, seluruh tubuh bayi memerah, dan bayi terlihat sulit untuk bernapas. Jika si kecil mengalami hal tersebut, segera bawa ke rumah sakit, karena ini merupakan keadaan darurat dan harus segera mendapat penanganan dokter.

Apa yang perlu dilakukan jika bayi alergi susu sapi ?

  1. Ganti susu formula dengan susu formula berbahan dasar kedelai. Jika si kecil alergi terhadap susu kedelai, biasanya dokter akan memberikan susu formula hypoallergenic.
  2. Hindarkan bayi dari susu sapi ataupun makanan yang mengandung susu sapi.

Pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan meningkatkan imunitas si kecil. Pemberian ASI eksklusif yang disinergikan dengan upaya pengendalian lingkungan (misalnya menghindarkan penggunaan karpet, mengeliminasi binatang peliharaan dan asap rokok) akan menurunkan kejadian alergi pada si kecil. Salam sehat! (RIA/CM)

Daftar pustaka

  1. Hegar B, PhD SpA(K). Mengenali alergi susu sapi pada anak. 2013. https://idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenali-alergi-susu-sapi-pada-anak
  2. Diagnosis dan tata laksana Alergi susu Sapi. UKK Alergi Imunologi. Ikatan dokter Anak Indonesia. 2014. https://idai.or.id/professional-resources/guideline-consensus/rekomendasi-diagnosis-dan-tatalaksana-alergi-susu-sapi

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store