KENALI TANDA DAN GEJALA KANKER OVARIUM

28

Menjaga kesehatan organ reproduksi sangatlah penting. Bagi wanita, kesehatan organ reproduksi tidak terbatas hanya pada vagina saja, tetapi juga pada payudara, rahim, leher rahim atau cervix, hingga indung telur atau ovarium.

Ovarium atau indung telur adalah salah satu organ reproduksi pada wanita yang berfungsi untuk memproduksi sel telur (ovum) yang akan dilepaskan setiap bulannya (ovulasi). Bila sel telur ini tidak dibuahi oleh sperma, maka sel telur akan meluruh bersama dengan dinding rahim atau yang lebih dikenal sebagai proses menstruasi.

Salah satu penyakit pada ovarium yang harus diwaspadai adalah kanker ovarium. Kanker ovarium mengacu pada setiap pertumbuhan kanker yang dimulai di ovarium. Di antara seluruh kanker yang dapat terjadi pada organ reproduksi wanita, kanker ovarium merupakan salah satu penyebab tertinggi kematian pada wanita. Faktor risiko untuk mengembangkan kanker ovarium meliputi riwayat keluarga, usia yang lebih tua, riwayat reproduksi, dan obesitas.

Dalam kebanyakan kasus, kanker ovarium sering tidak terdiagnosis hingga berkembang ke stadium lanjut. Faktanya, menurut American Cancer Society, hanya sekitar 20 persen dari kasus yang didiagnosis pada tahap awal. Gejala kanker ovarium biasanya tidak tampak pada tahap awal penyakit. Wanita lebih cenderung mengalami gejala begitu penyakit telah menyebar di luar ovarium. Kebanyakan wanita menganggap nyeri perut yang dialami adalah bukan karena kanker ovarium melainkan akibat pencernaannya.

Untuk memghindari ke stadium yang lebih parah, sebaiknya kita mengetahui tanda dan gejala dari penyakit kanker ovarium agar dapat mendeteksi adanya kanker sejak dini. Tanda dan gejala kanker ovarium meliputi:

  • Perut kembung, gangguan pencernaan atau mual
  • Perubahan nafsu makan, seperti kehilangan nafsu makan atau merasa cepat kenyang
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri panggul atau punggung bawah
  • Sering buang air kecil
  • Konstipasi
  • Perubahan gerakan usus
  • Peningkatan lingkar perut
  • Kelelahan yang ekstrim
  • Perubahan menstruasi
  • Kista, massa, atau tumor ovarium
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Perdarahan yang tidak normal

Bila ada satu diantara gejala di atas, jangan ragu untuk menemui dokter dan melakukan pemeriksaan. Jika Anda memiliki riwayat keluarga kanker ovarium atau kanker payudara, bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko kanker ovarium.

Dokter akan melakukan anamnesis tentang riwayat kesehatan Anda, pemeriksaan panggul dan memeriksa adanya kelainan yang dapat diraba di rahim atau ovarium. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang lainnya seperti pemeriksaan darah rutin, USG, MRI maupun CT scan untuk membantu penegakkan diagnosis kanker ovarium. (PP/STE)

Referensi:

  1. Cancer Treatment Centers of america. Ovarian Cancer. Accesed on 1st Mei 2019. Available at: https://www.cancercenter.com/cancer-types/ovarian-cancer/questions.
  2. Mayo clinic. 2018. Ovarian cancer. Accesed on 1st Mei 2019. Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ovarian-cancer/symptoms-causes/syc-20375941