Kencing Nanah, Haruskah Ke Dokter?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

118

Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit atau infeksi yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Ada berbagai macam jenisnya, namun yang akan kita bahas kali ini adalah Gonorrhea yang seringkali disebut sebagai kencing nanah. Gonorrhea sendiri termasuk kedalam 4 besar PMS yang bisa diobati yang memiliki angka insidensi 1 juta kasus baru setiap harinya di dunia. Hubungan sekesual seperti ini yag merupakan faktor resiko terjadinya gonorrhea:

  1. Berganti-ganti pasangan seksual.
  2. Homoseksual dan pekerja seks komersial (PSK)
  3. Hubungan seksual dengan penderita tanpa proteksi (kondom).

Sedangkan pada wanita keluhan yang sering menyebabkan wanita datang ke dokter adalah keluarnya cairan putih kental dari vagina atau keputihan. Selain itu, pada wanita juga disertai dengan gejala nyeri saat kencing dan nyeri perut bawah.Penyakit gonorrhea disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini bisa menyerang baik pria maupun wanita, namun dengan gejala yang berbeda. Pada pria keluhan tersering adalah kencing nanah. Gejala diawali oleh rasa panas dan gatal di bagian ujung penis disertai dengan keluarnya nanah dari ujung uretra yang kadang disertai darah. Selain itu, terdapat perasaan nyeri saat terjadi ereksi. Biasanya gejala ini muncul 2-7 hari setelah kontak seksual.

Gonorrhea juga bisa menyerang dinding tenggorokan pada orang-orang yang melakukan oral seks dengan pasangan yang terkenan gonorrhea dan menyebabkan faringitis gonorrhea. Faringitis gonorrhea adalah radang pada tenggorokan. Gejalanya adalah cairan putih kental pada dinding belakang tenggorokan serta keluhan nyeri menelan.Tidak hanya itu, pada ibu hamil yang terkena gonorrhea, ibu dapat menularkan penyakit ini pada anaknya saat melakukan persalinan dengan normal. Bayi yang dilahirkan dan tertular gonorrhea akan memiliki gejala konjungtivitis gonorrhea atau radang pada bagian mata.

Penyakit gonorrhea seperti dijelaskan di atas, disebabkan oleh bakteri yang menular melalui hubungan seksual. Bakteri ini membutuhkan pengobatan lebih lanjut menggunakan antibiotik. Gonorrhea tidak akan hiang dengan sendirinya. Jika tidak mendapatkan terapi yang tepat dan terus dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi hingga pada kemandulan.

Selain pengobatana menggunakan antibiotk, mereka yang terkena gonorrhea disarankan untuk mengajak pasangannya ikut memeriksakan diri. Apabila pasangan tersebut sama-sama terinfeksi gonorrhea, baik dengan gejala atau tidak, mereka akan disarankan untuk melakukan pengobatan secara bersama-sama. Namun, apabila salah seorang dinyatakan tidak terinfeksi gonorrhea, maka hanya yang terinfeksi gonorrhea saja yang diobati. Dengan catatan, orang tersebut disarankan untuk tidak melakukan kontak seksual hingga dinyatakan sembuh agar tidak menularkan kepada pasangannya. Hal ini dilakukan untuk menghindari Fenomena Pingpong; dimana infkesi dari bakteri gonorrhea ini akan terus ada sebab antar pasangan saling menulari. (MEG/STE)

Daftar pustaka:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store