Keputihan, Penyakit Atau Bukan?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

353

Sebagian besar orang menganggap keputihan adalah masalah. Keputihan pada wanita tidak selalu berarti penyakit, ada kalanya keputihan itu normal dan berfungsi penting dalam sistem reproduksi wanita. Vagina memang menghasilkan cairan yang dibuat oleh kelenjar dalam vagina dan leher rahim, cairan ini bertugas mengikat sel-sel mati dan bakteri. Normalnya, cairan vagina berwarna jernih atau putih, jumlah dan baunya pun bervariasi bergantung pada waktu siklus menstruasi. Sekret akan lebih banyak saat Anda berada pada siklus ovulasi, menyusui, ataupun terangsang secara seksual. Bau dari secret tersebut juga akan berbeda ketika Anda hamil.

Namun, jika warna, bau, atau konsistensi dari cairan tersebut tampak berbeda dari biasanya, ditambah rasa gatal dan panas di sekitar vagina, maka keputihan ini bukan keputihan biasa. Bisa jadi, ini adalah gejala dari suatu penyakit.

Penyebab Keputihan Vagina Abnormal

Vagina biasanya mengandung bakteri. Pertumbuhan bakteri ini dikendalikan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tingkat asam (pH), dan hormon. Adanya perubahan pada faktor-faktor ini mempengaruhi keseimbangan bakteri normal yang meningkatkan terjadinya risiko infeksi atau pertumbuhan berlebih dari bakteri normal atau oleh jamur. akibatnya cairan vagina yang dikeluarkan menjadi tidak normal yang ditandai dengan adanya  bau, warna dan tekstur atau konsistensi dari cairan vagina tampak berbeda dari biasanya. Selain pH dan hormon, berikut beberapa hal yang dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri normal vagina, antara lain:

  1. Penggunaan antibiotik atau steroid
  2. Vaginosis bakterial, infeksi bakteri lebih sering terjadi pada wanita hamil atau wanita yang memiliki banyak pasangan seksual
  3. Pil KB
  4. Kanker serviks
  5. infeksi menular seksual
  6. Diabetes
  7. Sabun beraroma atau lotion, busa mandi
  8. Infeksi panggul setelah operasi
  9. Penyakit radang panggul
  10. Infeksi parasit biasanya berkontraksi dan disebabkan oleh hubungan seks tanpa kondom
  11. Iritasi di dalam atau di sekitar vagina
  12. Infeksi jamu 

Tanda dan Gejala Keputihan Abnormal

Tanda dan gejala keputihan abnormal antara lain:

  1. Timbul bau yang menyengat.
  2. Gatal dan kemerahan pada vagina dan area sekitarnya.
  3. Pendarahan atau bercak di luar masa menstruasi.
  4. Keputihan berubah warna menjadi hijau atau kuning.
  5. Keputihan menjadi tebal atau lengket.

Keputihan yang tidak normal tentunya harus diobati, namun ada beberapa hal praktis yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mengurangi keluhan tersebut, misalnya:

  1. Berikan kompres dingin untuk meredakan gatal dan bengkak yang ada pada vagina
  2. Gunakan kondom atau tunda hubungan seksual hingga sepekan setelah pengobatan.
  3. Bila keputihan yang abnormal berlangsung lebih dari seminggu setelah pengobatan mandiri, maka periksakanlah ke dokter.
  4. Begitupun jika terjadi keputihan disertai dengan luka, gatal, kemerahan, pembengkakan, atau rasa perih saat buang air kecil, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Dokter akan memberikan penanganan berdasarkan penyebabnya.

Jangan malu untuk berkonsultasi jika Anda memiliki masalah keputihan. Anda bisa menggunakan layanan Pakdok kapan saja dan biarkan dokter kami memandu Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Stay healthy! (LM/CM)

Referensi:

  1. Cold, F., Health, E., Disease, H., Management, P., Conditions, S., & Problems, S. et al. (2018). Vaginal Discharge: What’s Abnormal?. https://webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal#2
  2. Publishing, H. (2018). Vaginal Discharge – Harvard Health. https://health.harvard.edu/womens-health/vaginal-discharge
  3. Vaginal discharge: Causes, Symptoms and Diagnosis. (2018). https://healthline.com/symptom/vaginal-discharge

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store