Keputihan Tanda Penyakit Menular Seksual?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

223

Pemasalahan tersering yang berkaitan dengan organ intim wanita adalah keputihan. Apakah keputihan merupakan tanda dari peyakit menular seksual? Penyakit menular seksual adalah infeksi yang dapat ditularkan dari seseorang ke orang lain melalui hubungan seksual. Secara umum penyebab penyakit menular seksual adalah karena infeksi bakteri, jamur, virus ataupun parasit.

Perlu diketahui bahwa keputihan tidak selamanya merupakan tanda dari infeksi. Keputihan yang normal umumnya tidak berubah warna (bening), tidak gatal, dan tidak berbau. Namun apabila keputihan telah berubah warna menjadi hijau kekuningan, berbau amis kemudian disertai rasa gatal di bagian kelamin, maka kemungkinan besar anda telah terkena salah satu jenis penyakit menular seksual yaitu Trikomoniasis.

Sesuai namanya, Trikomoniasis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang terjadi akibat infeksi parasit Trichomonas vaginalis. Pertanyaannya apakah keputihan yang berubah warna adalah salah satu gejalanya? Yuk kenali beberapa gejala yang dapat dialami akibat penyakit Trikomoniasis!

Gejala

Gejala ini biasanya akan muncul pada hari ke-3 hingga ke-28 setelah terinfeksi. Sekitar 10-50% kasus tidak memberikan gejala, sehingga penderita sadar dan tidak melakukan pengobatan apapun. Namun perlu diingat bahwa walaupun tidak bergejala, penyakit ini tetap dapat menular kepada pasangan seksualnya. Beberapa gejala umu adalah:

  1. Keputihan berwarna hijau atau kekuningan, berbau amis, sifatnya encer dan berbusa
  2. Gatal pada organ kewanitaan
  3. Iritasi pada organ kewanitaan dan disekitarnya
  4. Rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah
  5. Nyeri saat buang air kecil atau saat melakukan hubungan seksual

Faktor Resiko & Komplikasi

Pada keadaan lanjut dan tanpa pengobatan, penyakit ini dapat memberikan komplikasi misalnya penyakit radang panggul dan beresiko terkena HIV. Apabila terkena saat hamil, dapat beresiko keguguran, bayi lahir prematur, atau lahir dengan berat badan rendah.

Pengobatan

Dokter biasanya akan melakukan pengambilan sampel cairan vagina dan dilakukan pengamatan dibawah mikroskop. Setelah dipastikan penyebabnya adalah parasit trikomonas vaginalis, dokter kemudian akan meresepkan obat berupa antibiotik yang sensitif terhadap parasit ini.

Cara Mencegah Trikomoniasis

  1. Setia pada satu pasangan seksual
  2. Menggunakan pengaman saat berhubungan seksual
  3. Setelah buang air besar dan buang air kecil, basuh organ kewanitaan dari depan kebelakang dan keringkan agar tidak lembab.
  4. Hindari menggunakan sabun yang mengandung pewangi saat membersihkan organ kewanitaan.
  5. Sering mengganti pembalut saat sedang menstruasi.
  6. Menggunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun agar dapat menyerap keringat dan nyaman.
  7. Hindari sering menggunakan celana yang terlalu ketat karena akan mengganggu sirkulasi udara di area organ intim wanita. (RH/CM)

Daftar Pustaka :

  1. Marcelena R, Menaldi SL. Trikomoniasis. Dalam: Tanto C, Liwang F, Hanifati S, Pradipta EA, penyunting. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi ke-4. Jakarta : Media Aesculapius; 2016
  2. Smith SD. Trichomoniasis. [updated : 2017]. Available at : https://emedicine.medscape.com/article/230617-overview

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store