Ketahui Cara Penularan HIV Dan Pencegahannya

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat WhatsApp atau Aplikasi

1001
Aids Awareness Red heart Ribbon isolated on white background

Keberadaan kasus HIV di Indonesia kian meningkat setiap tahunnya. Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Virus HIV diketahui mampu menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dari luar akan menurun drastis. Diprediksi penyebaran kasus HIV berkaitan dengan meningkatnya penggunaan narkoba, jarum suntik, pekerja seks komersial, homoseksual, waria, dan ibu hamil dengan positif HIV setiap tahunnya.

Perlu diketahui bahwa virus HIV tidak menular melalui udara seperti virus influenza atau kuman TBC. Virus HIV ini hidup dan berkembang biak di darah dan cairan tubuh orang yang telah terinfeksi. Penularan HIV terjadi saat darah, sperma, atau cairan vagina dari seseorang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang lain. Hal ini dapat terjadi melalui berbagai cara, antara lain:

  • Hubungan seksual

Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual antara pria dan wanita ataupun antar sesama jenis kelamin. Hubungan seks tanpa menggunakan kondom memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina). Sedangkan hubungan seks melalui anus bisa memungkin tercampurnya cairan sperma dengan darah. Meskipun sangat jarang, HIV juga dapat menular melalui seks oral. Akan tetapi, penularan lewat seks oral hanya akan terjadi bila terdapat luka terbuka di mulut penderita, misalnya seperti gusi berdarah atau sariawan.

  • Penggunaan jarum suntik

HIV dapat ditularkan melalui jarum suntik bekas dan telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi. Karenanya, tidak sedikit ditemukan penderita HIV dialami oleh mereka pengguna narkoba yang sering gonta ganti jarum suntik ataupun mereka yang sering menggunakan alat tusuk yang menembus kulit misalnya pada alat tindikan atau tato

  • Selama kehamilan, persalinan, atau menyusui

Seorang ibu yang terinfeksi HIV dan mengandung atau menyusui berisiko tinggi untuk menularkan HIV kepada bayinya. Untuk itu penting dilakukan skrining pemeriksaan HIV pada ibu hamil guna menurunkan resiko penularan HIV pada bayi.

  • Transfusi darah

Penularan HIV dapat terjadi saat seseorang menerima donor darah dari penderita HIV. Namun, kejadian ini semakin jarang terjadi karena kini diterapkan uji kelayakan donor, termasuk donor darah, organ ataupun donor jaringan tubuh. Dengan pengujian yang layak, penerima donor darah memiliki risiko yang rendah untuk terinfeksi HIV.

Sampai saat ini belum ada obat ataupun vaksin untuk mencegah dan menyembuhkan infeksi HIV/AIDS. Untuk itu penting bagi setiap orang mencegah penularan HIV sejak dini. Dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Menghindari perilaku seksual yang berisiko
  • Menghindari penggunaan jarum bekas
  • Melakukan skrining pemeriksaan HIV saat hamil (RH)

DAFTAR PUSTAKA

Bennett N.J. 2018. HIV Infection and AIDS. Available at https://emedicine.medscape.com/article/211316-overview#a1


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi atau WhatsApp, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store