Ketahui Komplikasi Cedera Kepala

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

139

Saat seseorang mengalami cedera kepala, apalagi cedera kepala yang cukup berat, maka beberapa komplikasi dapat terjadi. Komplikasi ini dapat terjadi segera atau beberapa saat setelah cedera kepala terjadi.

Cedera kepala sendiri merupakan perlukaan pada kepala yang mengakibatkan terganggunya fungsi otak akibat pukulan atau hantaman keras ke kepala. Cedera kepala juga dapat disebabkan oleh adanya objek tertentu, seperti peluru yang menekan jaringan otak. Kondisi cedera kepala harus segera mendapatkan penanganan medis, terutama cedera kepala berat, karena dapat menyebabkan perdarahan, robeknya jaringan, atau bahkan kematian.

Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis komplikasi yang mungkin terjadi setelah seseorang mengalami cedera kepala.

  • Gegar otak

Gegar otak adalah jenis cedera kepala yang sering disebabkan benturan terhadap benda tumpul, seperti cedera saat berolah raga, mengalami kecelakaan lalu lintas, atau terkena pukulan. Gegar otak menyebabkan jaringan otak membengkak. Gejalanya, seseorang menjadi tidak sadar, pola napasnya terganggu, lumpuh, dan kehilangan ingatan.

  • Pendarahan otak

Pendarahan otak adalah cedera yang tergolong serius karena bisa menyebabkan Anda hilang kesadaran atau kerusakan otak permanen akibat tekanan berlebih pada jaringan otak. Bila terdapat perdarahan yang keluar dari kepala, segera hentikan perdarahan dengan menekan tempat keluarnya darah dengan kain.

  • Kejang

Beberapa orang yang mengalami cedera kepala dapat mengalami kejang dalam satu minggu pertama setelah cedera. Beberapa cedera berat dapat menyebabkan kejang berulang, yang disebut dengan epilepsi pascatrauma.

  • Luka memar

Cedera kepala jenis ini menyebabkan munculnya luka memar yang akan hilang dengan sendirinya.

  • Kerusakan saraf

Cedera pada dasar tulang tengkorak dapat menyebabkan terjadinya kerusakan saraf yang keluar langsung dari dalam otak (saraf kranial). Kerusakan saraf kranial dapat memicu terjadinya beberapa gejala diantaranya kelumpuhan otot-otot wajah, hilangnya penglihatan, hilangnya kemampuan membau atau merasa, hingga mati rasa pada bagian wajah.

  • Patah tulang tengkorak

Benturan yang kuat bisa mematahkan tulang tengkorak hingga menyebabkan luka dan perdarahan otak akibat pecahan tulang.

Pada keadaan pascacedera, kadar zat kimia dalam otak juga berubah dan memerlukan waktu beberapa lama untuk dapat kembali normal. Segera kunjungi rumah sakit terdekat atau instalasi gawat darurat bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami cedera kepala. Meski terlihat baik-baik saja dan tanpa keluhan, cedera kepala dapat memberikan dampak kerusakan tiba-tiba dan sangat cepat, sehingga perlu pemeriksaan menyeluruh untuk memaastikan bahwa seseorang tidak mengalami cedera serius.

Selain itu, beristir adalah cara terbaik untuk memulihkan fisik dan mental akibat cedera kepala. Sudah selayaknya kepala, sebagai organ vital tempat berbagai fungsi utama tubuh diatur dan perintahkan, mendapat perlindungan dan perhatian lebih agar terhindar dari risiko berbahaya. Dengan senantiasa berperilaku hati-hati dan mengutamakan keselamatan, dapat mengurangi risiko cedera kepala. (RH/STE)

Daftar Pustaka

Mayo Clinic (2017). Diseases & Conditions. Concussion

Lava, N. Healthline (2016). Concussion (Traumatic Brain Injury)


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store